Holding BUMN aviasi dan pariwisata InJourney menyatakan bahwa bakal mengelola 106 hotel dan mentransformasi lima bandara pada tahun ini. Langkah ini berlanjut setelah berhasil melakukan perubahan di tahun lalu.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengatakan hotel yang dikelola saat ini baru 39 dan akan bertambah signifikan menjadi 106 hotel.
“Sekarang kami kelola 39, nanti tahun ini akan konsolidasi ke 106 hotel,” ujar Maya dalam konferensi pers HUT ke-4 InJourney, di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (19/1).
Begitu juga dengan bandara, setelah berhasil memoles beberapa bandara tahun lalu, seperti Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai, Maya optimis bisa mereformasi beberapa lapangan terbang lagi.
“Jadi kita yang tahun lalu Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai, tahun ini harapnya 5 sampai 7 bandara kita akan transformasi,” kata Maya.
Maya menyebutkan, untuk mengambil alih kelola hotel di tahun ini, pihaknya masih melakukan pembahasan dengan BPI Danantara Indonesia selaku pemegang saham. Oleh sebab itu, dia belum bisa merinci dengan detail rencana tersebut.
“Itu nanti akan kami sampaikan dalam beberapa bulan ke depan. Karena saat ini masih status corporate action ya,” jelasnya.
Sementara, untuk lapangan terbang yang akan dipoles di antaranya adalah Bandara Internasional Juanda dan Bandara Internasional Kualanamu. Semua akan mengusung konsep green dan culture seperti Soetta dan Ngurah Rai.
Untuk bandara lainnya, Maya mengungkap akan mengumumkan pada Februari nanti. Sebab, saat ini masih dalam proses finalisasi. Kendati, kehadiran bandara baru ini akan menambah jumlah kelolaan Bandara InJourney yang saat ini berjumlah 37.
“Begitu ada case, good case, ada positive news, dan itu bisa direplikasi ke bandara-bandara yang lain dan masih ada 35 lagi,” pungkasnya.
Sumber law-justice, edit koranbumn












