Perum BULOG menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Haji dan Umrah untuk mematangkan rencana ekspor beras ke Arab Saudi bagi kebutuhan jamaah Haji dan Umrah, sebagai tindak lanjut atas penugasan Presiden Republik Indonesia.
Rapat yang berlangsung di Kantor Pusat Perum BULOG pada Selasa (03/02) ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan, kesiapan teknis, dan langkah operasional guna memastikan pelaksanaan ekspor berjalan tepat waktu, berkualitas, dan sesuai standar pasar internasional, seiring semakin dekatnya musim Haji.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, didampingi oleh Direktur Keuangan Hendra Susanto, Direktur Pemasaran Febby Novita dan Direktur Operasi Andi Afdal. Sementara itu dari Kementerian Haji dan Umrah dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jainul Effendi. Kemudian turut hadir juga perwakilan dari Kementerian Perdagangan yang mengikuti rapat melalui saluran daring.
Dalam rapat koordinasi ini, para pemangku kepentingan membahas secara komprehensif persiapan ekspor beras ini meliputi pemilihan dan standarisasi kualitas beras, penentuan kemasan yang sesuai dan penentuan harga, hingga penyusunan timeline pengiriman dan skema distribusi yang efisien.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan optimismenya atas peluang ekspor beras tahun ini.
“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan Haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan support dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Perdagangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jainul Efendi, menekankan pentingnya ekspor beras lokal demi kenyamanan dan kesehatan jamaah Indonesia.
“Ini menjadi semangat kita bersama BULOG, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak yang terlibat bahwa kita bisa mengekspor beras ke Arab Saudi, karena alasan utamanya adalah jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi nasi atau beras selain beras lokal, yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan selama menjalankan ibadah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hari ini, BULOG juga menyelenggarakan uji tanak terhadap beberapa sampel beras yang diusulkan untuk ekspor. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan kualitas nasi setelah dimasak, guna memastikan bahwa beras yang akan dikirim memenuhi preferensi konsumen serta standar mutu premium. Hasil uji tanak ini menjadi salah satu dasar dalam penentuan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor.
Rapat koordinasi ini juga menegaskan kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan momentum surplus beras nasional tahun 2025, yang menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan sekaligus membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas peran sebagai eksportir beras di pasar global.















