Perum Bulog mengincar pembangunan gudang beras di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi, untuk menjamin ketersediaan pangan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Haji dan Umrah.
“Kami juga lagi mencoba, tadi kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri Haji. Kami mohon diberikan space ruang di Kampung Haji, kalau nanti diizinkan kami minta ruang untuk bisa bangun gudang Bulog di sana,” kata Rizal saat ditemui seusai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurut Rizal, keberadaan gudang Bulog di Kampung Haji akan memungkinkan Indonesia menyimpan berbagai komoditas pangan strategis secara langsung di Arab Saudi. Dengan begitu, kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia dapat dipenuhi secara lebih terjamin dan berkelanjutan.
“Sehingga nanti beras-beras kita, ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita, bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji. Biar kita juga bisa bangun gudang di sana, sehingga stok logistik kebutuhan jemaah, baik haji maupun umrah, selalu tersedia untuk orang Indonesia,” ujarnya.
Adapun kapasitas gudang yang direncanakan pada tahap awal mencapai 1.000 ton. Rizal menilai kapasitas tersebut sudah mencukupi untuk kebutuhan awal dan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan jemaah.
“Minimal satu gudangnya 1.000 ton, itu cukup. Kalau memang nanti masih dibutuhkan, kita bangun lagi yang 1.000 ton lagi,” katanya.
Rizal menambahkan, gudang tersebut tidak hanya akan difungsikan untuk penyimpanan beras, melainkan menjadi pusat penyimpanan berbagai komoditas pangan lainnya dalam satu paket logistik.
Namun saat ini, Rizal menjelaskan bahwa rencana pembangunan gudang Bulog di Kampung Haji masih berada pada tahap awal.
Adapun dalam waktu dekat, Bulog akan melakukan survei langsung ke Arab Saudi untuk memastikan kesiapan lokasi gudang, ketersediaan ruang, serta titik-titik dapur penyedia konsumsi jemaah Indonesia.
“Baru rencana ini, baru mau survei. Kami baru berangkat ke sana hari Rabu dengan Dirjen Haji untuk memastikan berasnya maupun nanti lokasi-lokasi dapur-dapurnya di mana saja,” ujarnya.
Berdasarkan pemetaan awal, Rizal menuturkan terdapat sekitar 30–40 dapur yang akan melayani jemaah Indonesia di Arab Saudi. Setiap dapur diperkirakan melayani sekitar 2.500–3.000 jemaah haji dan umrah.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















