Microsoft Indonesia, perusahaan penyedia layanan cloud dan teknologi, mendorong bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan telah menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan 200 megawatt (MW) energi terbarukan bagi infrastruktur data center yang dimiliki.
Presiden Cloud Operation Microsoft Noelle Walsh mengatakan perusahaan telah berinvestasi dan terlibat dalam mendorong transformasi digital di Indonesia melalui pembangunan data center.
Bagi Microsoft, lanjutnya, keamanan menjadi hal yang penting. Keamanan tidak terbatas pada para pekerja dan sumber daya manusia terdapat di perusahaan, juga data-data penting klien yang disimpan di pusat data Microsoft.
Tidak hanya itu, dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, Microsoft juga memiliki komitmen kuat pada isu keberlanjutan. Microsoft telah menjalin kerja sama dengan PLN perihal penggunaan energi terbarukan 100 MW untuk kebutuhan operasional infrastruktur Microsoft.
“Kami punya kontrak 10 tahun dengan PLN terkait dengan keberlanjutan untuk pemanfaatan energi solar di Indonesia hingga 200 megawatt, yang diantaranya digunakan untuk mendukung data center,” kata Noelle, dikutip Sabtu (7/2/2025).
Sekadar informasi, pada Mei 2025 Microsoft meluncurkan kluster data center Indonesia Central pada Selasa (27/5). Kluster data center atau yang mereka sebut sebagai Azure Region ini menjadi yang kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan. Pada 2024, Microsoft sempat menyatakan akan berinvestasi US$1,7 miliar (setara dengan Rp27,6 triliun) selama 4 tahun untuk infrastruktur cloud dan AI baru di Indonesia, serta kesempatan pelatihan keterampilan AI bagi 840.000 orang, dan dukungan terhadap komunitas developer dalam negeri yang terus berkembang.
Saat itu Chairman dan CEO Microsoft Satya Nadella menyebut investasi ini sebagai investasi tunggal terbesar dalam 29 tahun sejarah Microsoft di Indonesia.
Indonesia Central berlokasi di Jawa Barat dan hadir dalam tiga availability zone yang saling terhubung. Format ini menawarkan resiliensi atau ketahanan. Adapun di Karawang, Jawa Barat, Microsoft memiliki 2 data center yang bernama JK02 dan JK09. JK 02 telah beroperasi, sementara JK09 masih dalam tahap pembangunan.
Noelle mengatakan perusahaan memiliki beberapa data center di Indonesia karena keandalan layanan menjadi hal yang utama. Noelle menuturkan bahwa Microsoft akan terus berinvestasi dalam pengembangan data center di Indonesia. Dia tidak memberitahu nilai investasi selanjutnya terkait pengembangan data center.
“Kami juga sangat ketat dalam menjaga data para pelanggan kami,” kata Noelle.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















