PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menahan rencana ekspansi ke bisnis asuransi seiring proses konsolidasi perusahaan asuransi BUMN yang tengah dilakukan oleh Danantara.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan perseroan memilih menunda langkah korporasi tersebut setelah berkoordinasi dengan Danantara yang berencana melakukan konsolidasi BUMN di sektor asuransi.
“Kita udah bahas juga dengan Danantara, cuma Danantara meminta, ini di postpone, karena lagi ada konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi,” kata Nixon dalam Paparan Kinerja BTN 2025, Senin (9/2/2026).
Untuk diketahui, Nixon sempat mengungkapkan rencana BTN untuk melakukan ekspansi bisnis melalui pembentukan anak usaha. Bank spesialis kredit perumahan ini berencana mendirikan anak usaha asuransi umum dengan kebutuhan modal sekitar Rp250 miliar, yang ditargetkan berjalan pada semester II/2026.
Nixon menuturkan, rencana tersebut berawal dari inisiatif dana pensiun dan yayasan BTN yang membentuk perusahaan asuransi Asuransi Binagria Upakara.
Namun seiring adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait kewajiban pemenuhan modal minimum asuransi sebesar Rp1 triliun pada 2028, manajemen perusahaan asuransi tersebut mengajukan permohonan agar BTN mengambil alih kepemilikan.
Menurutnya, Asuransi Binagria Upakara memiliki kinerja keuangan yang solid, tercermin dari rasio profitabilitas dan tingkat klaim yang relatif rendah.
Kendati begitu, BTN memilih untuk menahan aksi korporasi tersebut. Nixon menuturkan, perseroan akan menunggu arahan lebih lanjut dari Danantara.
Dengan demikian, Nixon menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait akuisisi maupun pengembangan bisnis asuransi, seiring BTN menyesuaikan strategi dengan kebijakan konsolidasi BUMN asuransi.
“Jadi kita tunggu, apakah kita beli duluan lalu dibeli oleh IFG, atau langsung dibeli IFG, atau gimana skemanya, kita masih menunggu konsolidasi. Jadi belum ada keputusan apapun di sana,” tuturnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














