PLN Enjiniring menetapkan arah pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun Buku 2026. RUPS yang diselenggarakan pada Rabu (28/1) di Auditorium PT PLN (Persero) ini menjadi momentum strategis bagi PLN Enjiniring untuk semakin memperkuat perannya sebagai pusat ekosistem engineering di lingkungan PLN Group.
Dalam RKAP 2026, PLN Enjiniring menargetkan pendapatan usaha tumbuh sebesar 8,2% dibandingkan realisasi tahun 2025. Sejalan dengan prinsip High Quality Growth, pertumbuhan tersebut diiringi dengan pengendalian beban usaha secara optimal, sehingga laba bersih Perseroan ditargetkan mencapai Rp232 miliar atau tumbuh 8,3% secara tahunan.
Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh penguatan peran PLN Enjiniring dalam mendukung implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Upaya ini dilakukan melalui penerapan Master Service Agreement (MSA) pada seluruh proyek engineering ketenagalistrikan, penguatan kapabilitas engineering design untuk energi baru terbarukan (EBT), serta pengembangan kemitraan teknologi di bidang EBT, HVDC/HVAC, battery storage, energy management system, serta teknologi strategis lainnya seperti nuklir, hidrogen, dan cyber security.
Sejalan dengan peningkatan kompleksitas proyek dan tuntutan keberlanjutan, transformasi engineering menjadi aspek kunci dalam memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan nasional. Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, menekankan bahwa peran engineering ke depan harus semakin adaptif dan berorientasi jangka panjang.
“Ke depan, peran engineering tidak hanya soal desain, tetapi juga kesiapan teknologi, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan keterlibatan sejak awal agar setiap proyek PLN berkelanjutan dan siap menghadapi masa depan,” ungkap Evy.














