“Di bawah PT PAL, konsolidasi, dan ini kan akan banyak sekali ya kapal-kapal tangkap yang akan kita kembangkan,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, Dony mengatakan konsolidasi BUMN galangan kapal itu dipastikan tahun ini akan selesai.
“Konsolidasinya saya pastikan bahwa tahun ini selesai dan mungkin semester I sudah selesai untuk konsolidasi di bagian galangan kapal kita,” tutur Dony.
Dia menjelaskan bahwa konsolidasi BUMN galangan kapal dilakukan guna mendongkrak potensi perikanan laut Tanah Air.
“Sebagian besar kan, sekarang perikanan laut kita itu lebih banyak dikuasai oleh orang, ya kan, asing dan sebagainya,” ujar Dony.
Menurutnya, dengan upaya mengoptimalkan dan melakukan pembaruan terhadap kemampuan negara untuk mengelola hasil laut, termasuk konsolidasi BUMN galangan kapal, maka akan banyak manfaat ekonomi ke depan.
Konsolidasi BUMN galangan kapal juga akan membuka lapangan pekerjaan baru, terutama bagi SDM di teknik perkapalan.
“Akan banyak kita tampung hasil konsolidasi ini karena ordernya makin banyak kan,” ujar Dony.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod memastikan bahwa proses konsolidasi BUMN galangan kapal terus berlanjut.
“Sedang dirapikan dengan Danantara, sehingga mergernya nanti itu pertama tidak meninggalkan beban,” kata Kaharuddin saat ditemui usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Tujuan berikutnya, menurut Kaharuddin, adalah agar terjadi lompatan bagi industri maritim Tanah Air. Dia memaparkan bahwa merger ini dilakukan bukan sekadar untuk kepentingan galangan kapal pelat merah, melainkan juga guna berdampak terhadap galangan kapal swasta.
Dalam perkembangan sebelumnya, Danantara Indonesia mewajibkan PT PAL Indonesia menjadi jangkar sekaligus penggerak industri perkapalan nasional. Salah satunya adalah untuk memasok kebutuhan kapal dari BUMN pelayaran seperti Pelni, ASDP, hingga anak usaha Pertamina.
CTO Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan, penugasan kepada PT PAL harus diiringi keterlibatan luas pelaku industri galangan kapal di berbagai daerah.
“Tentunya PT PAL ini tidak bisa sendiri. PT PAL harus dibantu oleh ekosistem teman-teman yang ada di Indonesia ini, apakah yang di Batam, Riau, Sumatra, di Jawa ataupun di Lombok dan lain-lain,” kata Sigit dalam agenda Diskusi Strategis Industri Maritim, Kamis (5/2/2026).
Sumber Bisnis, edit koranbumn













