“Kami ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder ya, rencana bisnisnya dari Danantara,” ujar Riduan ketika ditemui di Wisma Mandiri, Kamis (13/2/2026).
Riduan sebagai pucuk pimpinan Bank Mandiri menyatakan kesiapannya apabila kebijakan tersebut direalisasikan, “Siap,” sebutnya.
Sebagaimana diketahui, Danantara bakal mendirikan perusahaan pengelola aset anyar yang menggabungkan entitas anak BRI, Bank Mandiri, dan BNI dengan mengelola dana US$8 miliar.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (22/10/2025), Danantara akan menggabungkan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Entitas ketiga bank BUMN ini diperkirakan mengelola aset senilai US$8 miliar. Sebagai gambaran, dengan asumsi kurs Jisdor Rp16.617, nilai dana kelolaannya secara total mencapai Rp132,94 triliun.
Adapun, sumber Bloomberg mengatakan bahwa Danantara merekrut penasihat untuk mendirikan perusahaan baru yang akan menggabungkan kekuatan ketiga bank BUMN ini di bidang pengelolaan aset.
Penggabungan tiga perusahaan ini dilakukan untuk membangun pengelola aset untuk bersaing di Tanah Air dan kawasan. Perusahaan pengelolaan aset lainnya juga kemungkinan masuk dalam radar rencana penggabungan ini.
Seperti diketahui, BRI memiliki entitas anak PT BRI Manajemen Investasi yang sebelumnya merupakan PT Danareksa Investment Management. Kemudian, Bank Mandiri memiliki entitas bernama PT Mandiri Manajemen Investasi dan BNI memiliki PT BNI Asset Management (BNI AM). Adapun, entitas BUMN di bidang ini, yakni PT Bahana TCW Investment Management yang berada di bawah holding BUMN asuransi dan penjaminan.
Danantara akan memfinalkan aksi ini setidaknya pada kuartal I/2026. Adapun, pertimbangan masih berjalan sehingga belum ada keputusan final terkait hal ini. Juru bicara Danantara menyebutkan terlalu dini untuk mengomentari kabar ini. Perwakilan dari bank BUMN terkait pun tak memberikan komentar soal rencana aksi korporasi yang dimotori Danantara.
Sumber Bloomberg menyebutkan bahwa tantangan untuk mengeksekusi rencana ini termasuk meyakinkan pemegang saham minoritas untuk menjual bisnis pengelolaan aset pada nilai yang wajar dan negosiasi kerja sama distribusi.
Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat rincian resmi terkait skema, timeline, maupun entitas mana saja yang akan terlibat dalam rencana merger tersebut.
Sumber Bisnis, edit koranbumn













