• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 15 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Mewujudkan Kemandirian Bangsa, Pemerintah Dinilai Perlu Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

by redaksi
15 Februari 2026
in Berita
0
Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah dinilai perlu memperkuat industri pertahanan dalam negeri sebagai bagian dari strategi besar kemandirian nasional dan ketahanan negara. Sektor pertahanan ditempatkan sebagai pilar penting untuk mewujudkan kemandirian bangsa yang didukung kebijakan konsisten, anggaran berkesinambungan, serta sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) dan sektor keuangan.

“Dibutuhkan kebijakan strategis untuk meningkatkan industri pertahanan dalam negeri, antara lain konsistensi implementasi UU Nomor 16 Tahun 2012, khususnya terkait kewajiban penggunaan produk dalam negeri,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.

RelatedPosts

Program Hidroponik Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong

COO Danantara, Dony Oskaria Ungkap Jumlah BUMN yang Mencatat Laba hanya 48% dari Total Seluruh BUMN

Resmi Terbentuk Subholding Downstream, Pertamina Tuntaskan Penggabungan Tiga Subholding Hilir

Dia mengatakan penguatan industri ini memerlukan optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada setiap pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta penyusunan peta jalan (roadmap) jangka panjang yang terintegrasi antara Kementerian Pertahanan, BUMN, swasta, dan lembaga riset.

Selain itu, Dave menyoroti pentingnya insentif fiskal, dukungan riset dan pengembangan (R&D), serta skema alih teknologi atau transfer of technology (ToT) yang terukur.

“ToT bukan sekadar perakitan, tetapi harus sampai pada penguasaan desain dan rekayasa,” ujar dia.

Dari sisi anggaran, dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada belanja operasional, tetapi diarahkan untuk memperkuat pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Skema pembiayaan baru mulai dijalankan melalui ketua sama antara pemerintah, BUMN dan mitra swasta.

“Sejumlah proyek strategis seperti kapal perang, kendaraan tempur, dan pesawat angkut telah berjalan dengan pola pembiayaan campuran, sehingga semakin memperkokoh fondasi industri pertahanan nasional,” kata dia.

Terkait pengadaan tanpa impor alutsista, Dave menilai Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan komponen tertentu. Namun, tren produksi lokal suku cadang terus meningkat.

PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan PT PAL telah menunjukkan kemampuan nyata dalam memproduksi alutsista dengan kandungan lokal yang semakin besar, sehingga arah menuju kemandirian semakin jelas.

“Peran BUMN pertahanan menjadi tulang punggung utama dalam produksi alutsista, sementara BUMS hadir sebagai mitra strategis yang memperkuat rantai pasok melalui penyediaan komponen, teknologi dan inovasi,” kata dia.

Sinergi antara keduanya menjadi kunci agar industri pertahanan nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berpeluang menembus pasar internasional. Beberapa BUMN industri pertahanan telah menunjukkan peningkatan kapasitas produksi, termasuk produksi kendaraan taktis, kapal perang hingga pesawat CN-235 dan NC-212.

Di sektor swasta, PT Nanggala Kencana Rekatama Indonesia (NKRI) di Bandung, perusahaan swasta murni yang telah mengantongi lisensi resmi Kementerian Pertahanan. PT NKRI memproduksi berbagai komponen, seperti selongsong peluru, proyektil serta komponen mekanik presisi untuk pesawat, kapal, dan kendaraan taktis.

Kehadiran pabrik NKRI ini menjadikan mereka bagian penting dalam rantai pasok nasional, mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri dan sekaligus meningkatkan persentase anggaran yang tinggal di dalam negeri.

Selain itu, PT Republik Defensindo juga muncul sebagai pemain swasta strategis. Perusahaan ini aktif memproduksi kendaraan militer khusus, mulai dari rintis 4×4, truk angkut tentara, hingga prototipe kendaraan amfibi berantai.

Bahkan, pada 2020, PT Republik Defensindo berkolaborasi dengan BUMN pertahanan untuk membangun fasilitas produksi amunisi kaliber 9×19 mm secara terpadu. Artinya, swasta nasional tidak hanya membuat kendaraan, tapi masuk ke sektor munisi, menggandeng BUMN untuk meningkatkan kapasitas produksi peluru bagi TNI/Polri.

Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, menyatakan dukungan anggaran pertahanan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan tren penguatan pada modernisasi alutsista melalui skema pembiayaan kreatif, seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Penyertaan Modal Negara (PMN).

“Namun, yang harus kita dorong ke depan adalah agar pembiayaan tidak hanya untuk membeli produk jadi, tetapi memperbesar kapasitas produksi nasional dan investasi teknologi,” kata Soleh.

Dia mengakui meski Indonesia sudah mandiri dalam memproduksi kendaraan taktis, amunisi, dan kapal patroli, kolaborasi internasional masih dibutuhkan untuk sistem persenjataan berteknologi tinggi, seperti radar canggih dan jet tempur generasi terbaru.

Dia juga menekankan pentingnya dukungan dari sektor perbankan dan lembaga keuangan nasional, mengingat industri pertahanan merupakan sektor strategis yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang dengan risiko yang terukur.

“Keterlibatan BUMS harus terus diperluas agar industri pertahanan tidak hanya bertumpu pada beberapa perusahaan besar saja, sehingga ekosistem industri kita semakin kuat dan kompetitif,” kata Soleh

Sumber Metronews edit koranbumn

Previous Post

Program Hidroponik Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Program Hidroponik Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong

15 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

COO Danantara, Dony Oskaria Ungkap Jumlah BUMN yang Mencatat Laba hanya 48% dari Total Seluruh BUMN

15 Februari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Resmi Terbentuk Subholding Downstream, Pertamina Tuntaskan Penggabungan Tiga Subholding Hilir

15 Februari 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”
Berita

PELNI Kembali Hadirkan Mudik Gratis Bersama BUMN 2026

15 Februari 2026
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU
Berita

Dahana Tutup Bulan K3 Nasional 2026, Perkuat Komitmen Zero Accident

15 Februari 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Merger Manajer Investasi Himbara, Bank Mandiri Siap Mengikuti Kebijakan Danantara

15 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Merangkai Nilai dari Limbah, Strategi Bank Mandiri Perkuat UMKM Kriya Berbasis Ekosistem Berkelanjutan

4 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Program Hidroponik Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong

4 jam ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

KAI Menargetkan 11 rangkaian Kereta Baru dari INKA Beroperasi Sebelum Juli 2026

5 hari ago
Penjajakan Pembangunan Fasilitas LNG Storage, Perta Arun Gas Tandatangani MoU dengan Natuna Eton Energi

Revitalisasi Rampung, PAG Pastikan Tangki LNG Arun Siap Beroperasi

2 hari ago
Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan
Berita

Mewujudkan Kemandirian Bangsa, Pemerintah Dinilai Perlu Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

by redaksi
15 Februari 2026
0

Pemerintah dinilai perlu memperkuat industri pertahanan dalam negeri sebagai bagian dari strategi besar kemandirian nasional dan ketahanan negara. Sektor pertahanan...

Read more
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Program Hidroponik Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong

15 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

COO Danantara, Dony Oskaria Ungkap Jumlah BUMN yang Mencatat Laba hanya 48% dari Total Seluruh BUMN

15 Februari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Resmi Terbentuk Subholding Downstream, Pertamina Tuntaskan Penggabungan Tiga Subholding Hilir

15 Februari 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

PELNI Kembali Hadirkan Mudik Gratis Bersama BUMN 2026

15 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In