Adapun rencana pengumuman pemenang tender bakal disampaikan pada akhir Februari 2026 mendatang.
“Perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda,ˮ kata Fadli melalui keterangan resmi dikutip Senin (16/2/2026).
Dia menjelaskan, untuk tahap pertama PSEL difokuskan pada empat kota, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Kota-kota tersebut dinilai paling siap secara administratif serta memiliki volume sampah yang mendesak untuk ditangani.
Fadli juga menegaskan PSEL bukan hanya sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari kebijakan publik lintas sektor.
“Kami juga ingin memastikan bahwa terjadinya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek BUPP PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,ˮ ujarnya.
Dari total 24 perusahaan, Danatara pun hingga saat ini baru mengungkapkan 8 perusahaan yang berhak mengikuti tender tersebut.
Adapun dari 8 perusahaan, sebanyak 6 perusahaan berasal dari China. Perusahaan itu adalah Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd, Wangneng Environment Co., Ltd, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd.
Lalu, SUS Indonesia Holding Limited, China Conch Venture Holding Limited, dan PT Jinjiang Environment Indonesia. Sementara, 2 perusahaan lainnya merupakan perusahaan dari Prancis dan Jepang.
Kedua perusahaan itu yakni Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Prancis) dan Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang).
Sumber Bisnis, edit koranbumn















