PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengapresiasi kinerja PT PAL Indonesia dalam proyek perbaikan KM Umsini. Proyek tersebut dinilai tidak sederhana karena membutuhkan presisi teknis tinggi.
Komisaris Utama PT PELNI, Soenarko G. Atmojo, menilai tim teknis PT PAL telah bekerja maksimal untuk mengembalikan performa KM Umsini. Saat ini, perbaika kapal penumpang legendaris milik PELNI tersebut sudah mendekati 100 persen dan menuju tahap kesiapan berlayar.“Kami berharap seluruh upaya percepatan yang telah dilakukan dapat diimplementasikan dengan optimal sehingga kapal segera kembali melayani masyarakat,” ujarnya saat meninjau langsung pekerjaan di Dock Beluga PT PAL Indonesia.
PT PELNI mempercayakan perbaikan KM Umsini kepada PT PAL setelah kapal berkapasitas hampir 2000 penumpang tersebut mengalami kerusakan serius akibat insiden kebakaran pada 2024 silam. Kepercayaan itu selaras dengan rekam jejak PT PAL dalam menangani berbagai proyek pemeliharaan dan perbaikan kapal berskala nasional. “Kami meyakini kompetensi nasional yang dimiliki PT PAL sangat mumpuni untuk mendukung keberlanjutan armada PELNI,” tutur Direktur Armada dan Teknik PT PELNI, Robert MP. Sinaga, yang juga turut dalam rombongan.
Sementara itu, Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, memastikan proses perbaikan dilakukan sesuai standar keselamatan. Ia menegaskan pekerjaan tersebut bukan sekadar tugas teknis, melainkan tanggung jawab untuk menjamin masyarakat tetap memperoleh layanan transportasi laut yang aman dan andal. “Tim engineer kami bekerja dengan pendekatan terintegrasi, mulai dari analisis kerusakan, rekonstruksi sistem, hingga pengujian menyeluruh sebelum kapal dinyatakan siap berlayar kembali,” kata Diana.
Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Independen PAL Cut Meutia Adrina menilai kolaborasi PT PAL dan PT PELNI memiliki arti strategis bagi sektor kemaritiman nasional karena keduanya berperan besar dalam menjaga konektivitas laut. “Sinergi ini bukan hanya hubungan kontraktual, tetapi bagian dari orkestrasi dalam mendukung agenda besar pembangunan sektor kemaritiman Indonesia,” tegasnya.
Usai meninjau langsung progres pekerjaan di lapangan, rombongan Dewan Komisaris dan Direksi PT PELNI melanjutkan agenda ke ruang rapat untuk membahas langkah percepatan penyelesaian perbaikan agar target operasional kapal dapat tercapai tepat waktu.
Tentang PT PAL Indonesia: PT PAL Indonesia merupakan perusahaan manufaktur bidang maritim terbesar di Indonesia. Kami memiliki keunggulan bisnis pada kapabilitas rancang (desain) bangun kapal perang, kapal niaga, dan rekayasa umum (general engineering). Selain itu, kami juga terbilang andal dalam pemeliharaan & perbaikan (harkan) serta overhaul produk-produk maritim baik kapal perang, kapal selam, kapal niaga, serta general engineering produk energi dan elektrifikasi.












