Dalam paparan yang dipublikasikan perseroan, anak perusahaan Bank Mandiri Group mencatatkan laba bersih setelah pajak senilai Rp11,68 triliun pada 2025. Realisasi itu tumbuh 1,10% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan 2024 yang sebesar Rp11,55 triliun.
Sementara itu, laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali (NCI) mencapai Rp6,44 triliun alias meningkat 4,59% YoY dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,15 triliun.
Lantas, siapa penyumbang pertumbuhan paling besar?
Jika dilihat lebih rinci, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja grup. Bank syariah terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp7,56 triliun atau 71,5% dari total kontribusi laba bersih anak usaha BMRI sepanjang 2025. Total aset BSI tumbuh 11,6% YoY mencapai Rp456,20 triliun, meningkat 11,6% YoY.
PT Bank Mandiri Taspen alias Bank Mantap menempati urutan kedua dengan total laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,58 triliun atau 11,4% dari total kontribusi laba bersih anak usaha BMRI sepanjang 2025.
Merujuk paparan kinerja keuangan Bank Mandiri, total aset Bank Mantap mencapai Rp73,02 triliun, tumbuh 8,23% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selanjutnya yakni AXA Mandiri Financial Services dengan raihan laba bersih setelah pajak senilai Rp1,22 triliun, atau 7,04% dari total kontribusi laba bersih anak usaha BMRI sepanjang 2025.
Perusahaan patungan antara Bank Mandiri dan AXA Group itu mencatatkan total aset senilai Rp44,90 triliun meningkat 2,61% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Posisi selanjutnya ada Mandiri Tunas Finance (MTF) dengan perolehan laba bersih setelah pajak sebesar Rp401 miliar atau 4,39% dari total kontribusi laba bersih anak usaha BMRI sepanjang 2025. Selanjutnya, ada Mandiri Utama Finance (MUF) dengan raihan laba Rp400 miliar atau 2,94% dari total kontribusi laba bersih anak usaha Bank Mandiri.
Selain itu, ada Mandiri Capital dengan kontribusi sebesar 1,00%, diikuti oleh Mandiri Sekuritas sebesar 0,88%, Bank Mandiri Europe Limited 0,78%, dan Mandiri Remittance sebesar 0,01% dari total kontribusi laba bersih anak usaha Bank Mandiri Group.
Adapun, total aset Mandiri Capital dan Mandiri Remittance masing-masing meningkat sebesar 8,32% dan 7,29% YoY pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya. Aset Bank Mandiri Europe Limited tumbuh 31,6% YoY menjadi sebesar Rp4,97 triliun. Sementara itu, aset Mandiri Sekuritas menyusut sebesar 1,53% menjadi Rp5,60 triliun pada 2025.
Sumber Bisnis, edit koranbumn











