Badan Pengelola Investasi Danantara menegaskan komitmennya untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Target tersebut selaras dengan visi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan peran strategis lembaga tersebut dalam pembangunan pada Rabu (11/3/2026). Danantara diproyeksikan sebagai mesin utama pertumbuhan sekaligus pendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Kami di Danantara juga melihat ada arti yang lebih besar dari itu. Bagaimana penciptaan pertumbuhan 8%, tetapi di saat bersamaan kita juga melakukan pemerataan, sehingga 8% ini benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Rosan.
Jajaran Danantara berkomitmen penuh dalam menjalankan mandat untuk mengelola investasi negara. Konsolidasi aset BUMN terus dilakukan guna menciptakan efisiensi serta transparansi pengelolaan yang lebih optimal.
Pembentukan Danantara dinilai memperkuat implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Rosan secara khusus menyoroti ayat 1 yang menekankan asas kekeluargaan dalam penyusunan perekonomian nasional.
“Kata-kata kami lihat disusun bukan tersusun. Kalau disusun berarti kita tidak melepaskan semua itu kepada pasar. Ya kita menghormati pasar, tetapi apabila itu sudah melenceng daripada visi, misi, dan asas besar dan tujuan kita yang mulia untuk negara, pemerintah akan hadir dan pemerintah akan mentervensi,” tutur Rosan.
Danantara kini menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tengah gejolak geopolitik. Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan konflik internasional secara mandiri.
“Dengan kehadiran Danantara tentunya ini adalah menjadi salah satu pendorong agar kita menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat,” ucap Rosan.
Kinerja operasional Danantara pada tahun pertama menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa return on assets (ROA) Danantara pada 2025 melonjak drastis.
Pencapaian ROA tersebut dilaporkan naik lebih dari 300 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan keuntungan ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah dalam mengonsolidasikan ribuan aset BUMN secara terpadu.
Sumber Warta Ekonomi, edit koranbumn







