PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) telah menyelesaikan pemasangan dan instalasi Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) terbaru berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) di seluruh 25 armada kapal penumpang PELNI.
Melalui transformasi teknologi dari satelit Geostationary Earth Orbit (GEO) ke Low Earth Orbit (LEO), PELNI kini menghadirkan kualitas konektivitas yang jauh lebih optimal. Jika sebelumnya sistem GEO memiliki keterbatasan bandwidth dan latensi yang relatif tinggi, pemanfaatan teknologi LEO memungkinkan tersedianya bandwidth yang lebih besar dengan latensi sangat rendah. Peningkatan ini mendukung komunikasi real-time yang lebih stabil dan andal, termasuk saat kapal beroperasi di perairan terpencil.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyatakan bahwa implementasi SisKomKap berbasis LEO ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital Perusahaan sekaligus meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan bagi penumpang maupun ABK.
“Dashboard SisKomKap yang telah dimodernisasi kini dilengkapi fitur baru seperti AIS Receiver untuk pemantauan lalu lintas laut di sekitar kapal PELNI, One Time Performance Analysis untuk evaluasi kinerja operasional, posisi pelabuhan, data curah hujan, kecepatan angin, serta Threat & Vulnerabilities jadi kita bisa melihat histori peristiwa penting di lingkup maritim yang pernah terjadi,” ujar Ditto.
Selain itu, Ditto juga menjelaskan bahwa seluruh video dari CCTV di kapal dengan SisKomKap baru dapat dilihat secara real-time dan live stream dari pusat kendali. Peningkatan teknologi ini dinilai dapat memperkuat aspek keamanan dan pemantauan lingkungan maritim.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengadopsi teknologi terkini, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan laut yang aman, nyaman dan berkualitas,” tambah Ditto.
Melalui implementasi SisKomKap pada 25 kapal penumpang, PELNI semakin memperkokoh posisinya sebagai Perusahaan pelayaran nasional yang aman, modern dan berorientasi pada pelayanan.
Tentang PELNI
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.
Sumber Pelni















