• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Dapat Suntikan Danantara Rp23 triliun, Garuda Indonesia Masih Mengalami Defisit hingga Akhir 2025

by redaksi
21 Maret 2026
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

Baru saja mendapat suntikan dana Rp23,67 triliun dari BPI Danantara, kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih dibayangi tekanan berat.

Hingga akhir 2025, maskapai pelat merah itu mencatat defisit dengan akumulasi kerugian mencapai US$3,83 miliar atau sekitar Rp64,3 triliun (kurs Rp16.780).

Pendanaan dari Danantara diperoleh pada 5 Desember 2025 dalam bentuk capital injection senilai Rp23,67 triliun atau setara US$1,42 miliar.

Dana itu terdiri atas konversi pinjaman pemegang saham senilai Rp6,65 triliun serta penyertaan modal tunai sebesar Rp17 triliun.

Meski telah mendapat tambahan modal jumbo, posisi defisit GIAA justru masih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$3,50 miliar atau sekitar Rp58,7 triliun.

Sepanjang 2025, perseroan juga membukukan rugi bersih sebesar US$319,39 juta atau sekitar Rp5,36 triliun, membengkak dari rugi tahun sebelumnya sebesar US$69,78 juta.

Tekanan kinerja tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan, di mana segmen penerbangan berjadwal turun 8,30% secara tahunan menjadi US$2,51 miliar.

Direktur Utama GIAA Glenny Kairupan menerangkan tekanan kinerja itu disebabkan karena terbatasnya kapasitas produksi pada semester I-2025.

“Di mana jumlah unserviceable aircraft masih menunggu scheduled maintenance,” kata Glenny lewat siaran pers, Kamis (19/3/2026).

Selain itu, Glenny menambahkan, posisi rugi bersih sepanjang tahun lalu turut dipengaruhi oleh fluktuasi kurs dan peningkatan biaya fixed cost seiring program pemulihan serviceability armada.

“Garuda Indonesia Group terus memaksimalkan jumlah serviceable aircraft di akhir 2025 menjadi sedikitnya 99 armada dari sebelumnya sekitar 84 armada per Juni 2025,” kata dia.

Adapun total unserviceable armada pada akhir tahun 2025 sebanyak 43 pesawat yang saat ini tengah dalam tahapan penyelesaian perawatan armada.

Di tengah tantangan optimalisasi kapasitas produksi tersebut, jumlah penumpang tercatat 21,2 juta sepanjang 2025, terkoreksi 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tekanan kinerja Garuda Indonesia di tahun buku 2025 juga turut dipengaruhi oleh penurunan passenger yield, pelemahan nilai tukar Rupiah, serta tantangan rantai pasok industri aviasi global yang berdampak pada biaya dan proses perawatan.

Adapun, pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal hanya naik tipis 2,13% menjadi US$340,88 juta, belum cukup mengimbangi pelemahan di segmen utama.

Di sisi lain, beban usaha GIAA tercatat relatif stagnan dengan beban operasional penerbangan sebesar US$1,54 miliar, beban pemeliharaan dan perbaikan US$661,36 juta, beban kebandaraan US$249,14 juta dan beban pelayanan penumpang sebesar US$216,36 juta.

Dari sisi neraca, total aset GIAA tercatat sebesar US$7,43 miliar atau sekitar Rp125 triliun pada 2025.

Di sisi lain, total liabilitas mencapai US$7,33 miliar, sementara ekuitas perseroan hanya sebesar US$91,91 juta atau sekitar Rp3,24 triliun.

Penguatan Modal

Lewat dukungan pendanaan dari Danantara, GIAA mencatatkan perbaikan pada posisi ekuitas yang berbalik positif US$91,9 juta per 31 Desember 2025, dari posisi negatif tahun sebelumnya sebesar US$1,35 miliar.

Sekitar Rp15 triliun atau 64% suntikan dana dari Danantara dialokasikan untuk penyelesaikan kewajiban Citilink, sementara GIAA memperoleh alokasi Rp8,7 triliun untuk kebutuhan perawatan armada.

Di sisi lain, GIAA mencatat kas dan setara kas sebesar US$943,4 juta pada akhir 2025, meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar US$219,1 juta.

“Peningkatan ini turut mencerminkan perbaikan likuiditas perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas operasional,” kata Glenny.

Garuda Indonesia menargetkan akan mengoperasikan sebanyak 68 serviceable aircraft pada akhir tahun ini, sedangkan Citilink menargetkan serviceable aircraft  sebanyak 50 pesawat.

“Langkah optimalisasi serviceable aircraft yang ada pada 2026 akan diperkuat melalui proyeksi percepatan beberapa inisiatif strategis proses perawatan armada,” kata dia.

Inisiatif ini mencakup heavy maintenance airframe check pada armada Boeing 737-800NG, Boeing 777-300ER, serta Airbus A330.

Selain itu, Perseroan juga menjalankan overhaul dan shop visit untuk komponen utama seperti engine, Auxiliary Power Unit (APU), dan landing gear guna memastikan performa armada tetap optimal.

Sumber https://www.bloombergtechnoz.com/ edit koranbumn

Previous Post

Jadi Andalan Pelaku Usaha, Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Next Post

Presiden Imbau Hemat Energi, Pertamina Bagi Tips Masak yang Lebih Efisien

Related Posts

Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

4 Mei 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu
Anak Perusahaan

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Di Hari Pendidikan Nasional, Proyek Sekolah Rakyat Halmahera Barat Dapat Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

4 Mei 2026
Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar
Anak Perusahaan

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Indonesia, IAS dan IVENDO Sepakati Kerjasama

4 Mei 2026
Next Post
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Presiden Imbau Hemat Energi, Pertamina Bagi Tips Masak yang Lebih Efisien

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

No Content Available
Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

by redaksi
4 Mei 2026
0

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat peranannya dalam...

Read more
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

WhatsApp Resmi Bank Syariah Nasional: Cara Aman Mengakses Layanan Bank Syariah di 2026

4 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In