Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menguraikan pelaksanaan proyek Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik (PSEL) di Tanah Air. Ada 6 lokasi proyek yang rencananya akan dilelang lagi.
Zulkifli bilang, 6 lokasi proyek Waste to Energy (WtE) itu akan ditawarkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM). Verifikasi telah dilakukan terhadap enam lokasi proyek.
“Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Serang Raya, Kabupaten Bekasi, Medan Raya. Ini sudah selesai. Dan sudah diverifikasi oleh Danantara akan segera dilelang,” ungkap Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Sebelumnya, Danantara telah menujuk pemenang tender gelombang I WtE tadi. Keduanya merupakan perusahaan asal China yang akan menggarap di Kota Bekasi, Jawa Barat dan Denpasar, Bali. Sementara itu, Danantara juga membuka lelang untuk gelombang kedua.
Zulkifli menegaskan, penanganan sampah melalui cara ini telah jadi perintah Presiden Perabowo Subianto. Utamanya menyasar dengan jumlah 1.000 ton.
“Rapat hari ini kami sudah memutuskan, 4 lokasi sudah tender akan segera dibangun, 4 lokasi, Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, Yogyakarta, sudah tender,” kata dia.
Targetnya, proyek WtE gelombang pertama yang telah menggaet investor untuk terlibat ditargetkan beroperasi awal 2027. Gelombang berikutnya, ditergetkan selesai pada Mei 2028 mendatang.
Danantara Jaring Calon Investor
Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) telah resmi membuka pendaftaran baru bagi perusahaan yang berminat untuk menjadi calon mitra dalam pengembangan proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari implementasi kerangka regulasi nasional dalam pengelolaan sampah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur pengolahan sampah perkotaan menjadi energi melalui teknologi ramah lingkungan.
“Melalui proses ini, Danantara Indonesia membuka kesempatan bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kapabilitas dalam pengembangan proyek PSEL untuk mengikuti proses pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT) yang berfungsi sebagai daftar prakualifikasi bagi perusahaan yang memenuhi kriteria untuk berpartisipasi,” tutur Director of Investment, Danantara Imvestment Management, Fadli Rahman dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Perluas Minat Investor
Pembukaan DPT ini juga diharapkan dapat semakin memperluas minat investor dan mitra teknologi global untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah termutakhir di Indonesia.
Fadli mengatakan pembukaan kembali DPT dilakukan untuk meningkatkan pilihan teknologi dan memperluas pendanaan dari berbagai negara, serta semakin memperkuat investasi di dalam negeri.
“Pembukaan pendaftaran baru ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia dalam memperluas partisipasi perusahaan nasional maupun global,” tandasnya.
Sumber Liputan6 , edit koranbumn













