Entitas anak Semen Indonesia, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) mencetak pendapatan sebesar Rp10,73 triliun sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangannya, SMCB membukukan pendapatan sebesar Rp10,73 triliun, turun 9,15% dibandingkan periode 2024 yang sebesar Rp11,81 triliun.
Di sisi lain, SMCB membukukan penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp8,32 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp9,26 triliun. Beban pokok pendapatan ini turun 10,17% secara tahunan.
Alhasil, laba kotor perseroan menjadi sebesar Rp2,41 triliun, turun 5,45% secara tahunan dari Rp2,55 triliun.
Laba bersih SMCB juga tercatat sebesar Rp658,7 miliar. Laba bersih ini turun 11,59% secara tahunan dari Rp745,09 miliar.
Manajemen SMCB dalam keterangan resminya menjelaskan perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, curah hujan tinggi yang menunda aktivitas konstruksi, serta perlambatan sejumlah proyek infrastruktur.
Sementara itu, industri semen nasional juga masih menghadapi tantangan kelebihan kapasitas produksi, sehingga memperketat persaingan di pasar domestik.
Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali menuturkan tahun 2025 menjadi momentum transformasi dalam sinergi bersama SIG selaku induk usaha untuk memperkuat resiliensi di tengah tekanan industri.
Rizki menyampaikan strategi transformasi SMCB akan berfokus pada optimalisasi operational excellence, peningkatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta program efisiensi biaya di berbagai lini untuk menjaga fundamental dan profitabilitas di tengah tekanan industri.
Menurutnya, strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten sejak semester II/2025 tersebut membantu SMCB membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton.
“Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif. Sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area-area dengan marjin tinggi. Strategi tersebut diperkuat dengan program efisiensi biaya untuk pengendalian biaya yang terukur dan penurunan beban keuangan,” ujar Rizki Kresno dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Rizki menuturkan program efisiensi yang dijalankan secara disiplin berkontribusi menurunkan beban keuangan sebesar 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman, menunjukkan ketahanan SMCB dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas SMCB.
Rizki menambahkan dalam sinergi bersama SMGR, SMCB optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi. Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis Perusahaan dengan Taiheiyo Cement Corporation.
”Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500.000 hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” ujar Rizki.
Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization atau stabilisasi tanah, untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sumber Bisnis, edit koranbumn













