Plt. Direktur Utama MUF Dapot Parasian S. Sinaga menyebut permintaan juga didorong oleh semakin lengkap dan beragamnya pilihan produk kendaraan listrik di pasar. Dukungan regulasi pemerintah dan pengembangan ekosistem juga turut mendorong pertumbuhan segmen itu.
“Dengan berbagai faktor tersebut, kami optimistis pembiayaan kendaraan listrik akan terus bertumbuh, meskipun secara bertahap,” ungkapnya
Adapun, pembiayaan kendaraan listrik MUF pada awal 2026 mengalami pertumbuhan 22,7% dengan kontribusi sebesar 9,3% terhadap total portofolio perseroan. Dari sisi komposisi, pembiayaan masih didominasi oleh mobil listrik dibandingkan dengan motor listrik.
Meski begitu, Dapot turut menambahkan saat ini portofolio pembiayaan MUF masih didominasi oleh kendaraan konvensional. Namun, pihaknya tetap melihat adanya pergeseran tren secara gradual, yang mana kontribusi kendaraan listrik mulai meningkat dari waktu ke waktu.
Di sisi lain, terdapat sejumlah tantangan utama dalam menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik yakni edukasi pasar, persepsi terhadap nilai kendaraan, serta kesiapan infrastruktur pendukung.
“Dalam hal ini, MUF tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta terus mengikuti perkembangan industri, termasuk menjajaki kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem kendaraan listrik,” katanya.
Lebih jauh, dia membeberkan dari sisi profil konsumen, pembiayaan kendaraan listrik saat ini umumnya berasal dari segmen dengan daya beli yang relatif baik.
“Serta memiliki ketertarikan terhadap teknologi dan efisiensi jangka panjang. Untuk preferensi merek, kami melihat minat masyarakat cukup beragam, mengikuti perkembangan produk yang tersedia di pasar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik pada Januari 2026 tumbuh sebesar 39,13% (year on year/YoY).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan nilai itu setara dengan Rp21,05 triliun.
“Ini didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik dan diperkirakan akan tetap tumbuh positif pada 2026 sejalan tren elektrifikasi kendaraan,” katanya dalam jawaban tertulis RDK OJK Februari 2026, dikutip pada Senin (9/3/2026).
Agusman berpendapat perbaikan pasar otomotif pada awal tahun menjadi sinyal positif bagi pembiayaan kendaraan, dengan prospek pertumbuhan positif pada 2026.
Sumber Bisnis, edit koranbumn












