Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan aset milik perusahaan pelat merah yang belum teroptimalisasi untuk kemudian diserahkan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Kami siap mendukung program 3 juta rumah dengan mendorong model hunian seperti ini untuk direplikasi di berbagai daerah. Tahap awal, kami akan fokus pada lima wilayah utama,” kata Dony dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).
Adapun, kelima wilayah yang menjadi fokus pemetaan lahan tersebut mencakup Provinsi Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Makassar.
Donny menekankan, langkah ini diambil guna menjawab kebutuhan hunian yang sangat tinggi, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan kota-kota padat penduduk lainnya. Lewat kolaborasi ini, pemerintah optimistis dapat mempercepat pengurangan angka backlog perumahan secara nasional.
Hingga saat ini, BP BUMN melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI setidaknya telah mengalokasikan dua aset lahan di dua lokasi berbeda yakni Manggarai, Jakarta Selatan dan Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk dilakukan pemanfaatan.
Perinciannya, aset lahan KAI seluas 2,2 hektare di Kawasan Manggarai rencananya akan dibangun rumah susun (rusun) subsidi dengan total 8 tower yang mampu menyuplai sekitar 2.200 unit hunian yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Adapun, untuk aset lahan yang berlokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat memiliki total luas mencapai 3 hektare (Ha). Di mana, rencananya akan dibangun hunian vertikal mencapai 1.000 unit.
Selain itu, BP BUMN juga telah sepakat memberikan izin pemanfaatan di atas lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Di mana, total luas lahan yang akan diamanatkan mencapai 1,61 hektare.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan akan segera membangun hunian layak bagi masyarakat yang masih tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bakal direalisasikan lewat program 3 juta rumah.
Terbaru, Prabowo sempat melakukan kunjungan ke area padat permukiman di bantaran rel kereta api Kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (26/3/2026).
“Saya menyusuri permukiman di bantaran rel kereta api di Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Terletak sekitar 3 kilometer dari Pusat Kota Jakarta,” kata Prabowo dalam akun Instagram resminya.
Prabowo memastikan akan mulai mempercepat pengembangan hunian layak khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dia mengaku bertekad untuk dapat menghadirkan hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Insyallah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk Masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















