Perseroan menerbitkan surat utang global senilai US$750 juta bertenor 5 tahun dengan kupon 5,25% pada 31 Maret 2026. Penerbitan ini mencatatkan kelebihan permintaan hingga 3,3 kali lipat yang memberikan sinyal kuat bahwa investor internasional menaruh kepercayaan tinggi terhadap fundamental keuangan bank pelat merah terbesar di Tanah Air tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kejelian tim treasury Bank Mandiri dalam membaca kondisi pasar. Di tengah tekanan yang melanda sesi perdagangan Amerika Serikat, perseroan secara sadar menahan eksekusi dan menunggu momentum yang lebih kondusif pada pembukaan pasar Asia. Bank Mandiri kemudian menerapkan strategi intraday execution guna membatasi eksposur risiko pasar sekaligus menangkap momentum positif secara presisi.
Pendekatan pruden tersebut terbukti tepat sasaran. Respons pasar terhadap penawaran ini sangat positif, ditopang oleh rekam jejak perseroan sebagai penerbit aktif di pasar internasional serta hubungan yang solid dengan basis investor global.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi mengatakan pencapaian ini menegaskan fondasi bisnis BMRI yang kokoh untuk mendorong akselerasi pertumbuhan di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan.
“Hasil transaksi ini menunjukkan investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Indonesia dan Bank Mandiri di tengah kondisi ekonomi makro serta dinamika geopolitik global yang menantang,” ujar Ari dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (8/4/2026).
Ari menambahkan, dana yang diperoleh dari penerbitan ini akan dialokasikan untuk keperluan korporasi secara umum guna menopang ekspansi bisnis perseroan ke depan.
Surat utang tersebut meraih peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta dicatatkan di Singapore Exchange. Dari sisi distribusi, komposisi investor menunjukkan diversifikasi yang sehat: fund manager dan asset manager mendominasi dengan porsi 85%, diikuti perbankan 8%, lembaga pemerintah dan sovereign wealth fund 3%, perusahaan asuransi 3%, serta private bank 1%.
Secara geografis, investor dari kawasan Asia menyerap 69% dari total penerbitan, disusul Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) sebesar 26%, serta investor Amerika Serikat offshore 5%. Sebaran ini mempertegas daya tarik Bank Mandiri di mata investor lintas benua.
Diversifikasi tersebut menjadi bukti nyata keunggulan berkelanjutan yang dibangun perseroan melalui disiplin strategi pendanaan dan pengelolaan fundamental yang konsisten. Langkah Bank Mandiri tampil sebagai first mover di pasar obligasi Asia Tenggara pascagejolak geopolitik juga memperkuat posisinya sebagai acuan bagi emiten regional lainnya.
Transaksi ini didukung oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.
Keterlibatan Mandiri Sekuritas sebagai salah satu pengelola transaksi sekaligus menunjukkan kapabilitas grup usaha Bank Mandiri dalam mendukung kebutuhan pendanaan strategis perseroan secara terintegrasi.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















