Target tersebut didorong oleh berbagai proyek infrastruktur yang memicu kenaikan permintaan semen, mulai dari pembangunan jalan, program Sekolah Rakyat, hingga sejumlah proyek pemerintah yang bersumber dari APBD, APBN, dan instansi terkait lainnya.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen SMBR untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Kami melihat Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan infrastruktur, dan SMBR siap berperan aktif sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan tersebut,” ujarnya saat kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Provinsi Lampung, dikutip Jumat (10/4/2026).
Feryzal menuturkan, peluang pertumbuhan itu ditopang oleh nilai proyek infrastruktur yang diperkirakan mencapai skala triliunan rupiah. Estimasi kebutuhan semen untuk mendukung proyek-proyek tersebut mencapai sekitar 375.000 ton.
Permintaan tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring tren pembangunan jalan yang mulai beralih dari konstruksi berbasis aspal ke beton. Model konstruksi ini dinilai lebih efisien dari sisi umur pakai serta lebih berkelanjutan untuk kebutuhan infrastruktur jangka panjang.
“Dari pemetaan yang dilakukan perseroan, nilai proyek yang bersumber dari APBN, termasuk program Inpres Jalan Daerah (IJD), diperkirakan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Sementara potensi proyek di tingkat kabupaten dan kota hampir menyentuh Rp2 triliun. Dari total nilai tersebut, kebutuhan semen diperkirakan berada pada kisaran 30 hingga 33 persen, terutama untuk pembangunan jalan berbasis beton,” jelasnya.
Selain pasar proyek pemerintah, pertumbuhan ekonomi regional juga menjadi faktor pendukung. Aktivitas sektor retail dan geliat ekonomi di sejumlah kabupaten, khususnya Lampung Selatan, dinilai turut mendorong konsumsi semen.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif langkah perusahaan dalam memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, kehadiran industri strategis seperti SMBR dapat menjadi salah satu penggerak percepatan pembangunan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan serta meningkatkan perekonomian daerah,” pungkasnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















