PT Sucofindo (Persero) memperluas ekspansi layanan ke pasar internasional, khususnya Jepang untuk meningkatkan daya saing industri nasional, memperluas ekspor, serta mendukung harmonisasi standar global dan praktik bisnis berkelanjutan.
Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna mengatakan ekspansi tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Japan Quality Assurance Organization (JQA). Kerja sama tersebut dinilai bisa memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
“Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan sertifikasi dan akses pasar, kolaborasi pengujian dan inspeksi, serta peningkatan kapasitas dan penguatan skema sertifikasi bersama,” kata Sandry dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Sucofindo, lanjutnya, berperan sebagai enabler bagi industri nasional untuk memenuhi standar internasional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan bisa membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya ke Jepang, serta meningkatkan kepercayaan global terhadap produk Indonesia.
Dia menuturkan kolaborasi ini dapat memperlancar arus perdagangan antara Indonesia dan Jepang serta memperkuat pengakuan internasional terhadap layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) Indonesia.
Direktur Operasi Sucofindo, Dani Pramantyo, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mengintegrasikan proses operasional dengan mitra global.
“Harmonisasi standar melalui kolaborasi ini akan meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi persaingan global,” katanya.
Selain memperkuat akses perdagangan, Sucofindo juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda global transisi energi berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan layanan pemastian biomassa kelapa sawit sebagai bagian dari ekosistem energi hijau.
Layanan yang diberikan mencakup pengambilan sampel dan pengujian, verifikasi kuantitas, verifikasi keberlanjutan, serta traceability assurance untuk memastikan transparansi rantai pasok. Hal ini menjadi penting dalam menjawab tuntutan global terhadap praktik ESG (Environmental, Social, and Governance) yang makin ketat.
Lebih lanjut, Sucofindo juga terus mengembangkan berbagai layanan berbasis keberlanjutan, antara lain pemantauan dan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, audit lingkungan, konsultansi ESG, serta dukungan terhadap green mining, green smelter, sustainable procurement, eco-label, green building, green port, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan layanan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
Sumber Bisnis, edit koranbumn















