Memasuki usia ke-28 tahun, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) terus memperkuat langkah transformasi melalui peringatan hari ulang tahun bertema “28 Tahun BP BUMN: Bergerak dalam Transformasi, Menguatkan Peran untuk Negeri”. Momentum ini menandai perjalanan transformasi kelembagaan dari Kementerian BUMN menjadi BP BUMN guna memperkuat fungsi pengaturan, pengawasan, serta peran strategis BUMN bagi perekonomian nasional.
Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan capaian yang telah diraih, kegiatan peringatan turut ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilaksanakan di Kantor BP BUMN. Prosesi tersebut dilakukan oleh Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh insan BUMN dalam melanjutkan transformasi. Momen ini mencerminkan harapan akan keberlanjutan kinerja, penguatan soliditas, serta kontribusi BP BUMN yang semakin optimal ke depan dalam mendukung kepentingan bangsa dan negara.
Selama hampir tiga dekade, BP BUMN terus beradaptasi menghadapi dinamika ekonomi, perubahan politik, hingga perkembangan industri global. Berbagai fase transformasi telah dilalui, mulai dari upaya pembenahan tata kelola hingga penguatan peran BUMN sebagai pilar ekonomi negara. Transformasi yang dilakukan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga menyangkut perubahan paradigma dalam pengelolaan BUMN agar lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing global.
Salah satu capaian penting dalam proses transformasi tersebut adalah konsolidasi jumlah BUMN dari sekitar 1.100 entitas menjadi 257 BUMN dengan fungsi yang lebih fokus dan dasar yang lebih kuat. Langkah ini dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan BUMN yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menekankan bahwa transformasi tidak mungkin terjadi tanpa adanya komitmen dan kerja keras bersama. Konsolidasi yang telah dilakukan membuktikan bahwa BUMN semakin kuat serta memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional.
“Transformasi ini tidak mungkin terjadi tanpa komitmen bersama. Konsolidasi yang telah dilakukan menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan keseriusan, BUMN mampu menjadi entitas yang lebih kuat dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Dony.
Peringatan 28 tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan BUMN dalam menjalankan transformasi secara berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, BP BUMN optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan perekonomian nasional yang tangguh dan inklusif.
Di usia yang ke-28 ini, BUMN telah semakin matang. Ke depan, tantangan tentu tidak semakin ringan. Kita harus tetap solid, memiliki satu visi dan satu tujuan, sehingga dapat membawa BUMN-BUMN ke depan menjadi lebih baik lagi,” tutup Dony.
Melalui transformasi, penguatan kebijakan, pengawasan, dan sinergi lintas pemangku kepentingan, BP BUMN berkomitmen memastikan BUMN dapat berperan sebagai agen pembangunan sekaligus motor penggerak ekonomi nasional.
















