PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) terus memperkuat langkah transformasi bisnis dengan menghadirkan Biro Kepatuhan sebagai pilar penting dalam menjaga integritas, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memastikan keberlanjutan kinerja perusahaan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam meningkatkan sistem manajemen kepatuhan, termasuk pemenuhan standar ISO 37301:2021 serta implementasi roadmap peningkatan Risk Maturity Index korporasi.
Melalui fungsi ini, ADHI menegaskan bahwa kepatuhan bukan sekadar kewajiban, melainkan strategi untuk menciptakan nilai jangka panjang. Kepatuhan menjadi landasan dalam memastikan setiap proses bisnis berjalan selaras dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas, sekaligus memperkuat kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.
Kehadiran Biro Kepatuhan penguatan fungsi early warning system yang mampu mendeteksi potensi risiko lebih awal, sehingga memungkinkan langkah mitigasi yang lebih cepat dan tepat. Selain itu, kepatuhan juga mendorong terciptanya proses bisnis yang lebih disiplin, terstandarisasi, dan efisien di seluruh lini organisasi.
Penguatan fungsi kepatuhan juga meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan dengan memastikan setiap kebijakan dan keputusan bisnis berbasis pada analisis risiko yang komprehensif. Hal ini tidak hanya berdampak pada penurunan potensi kerugian, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan di tengah dinamika industri konstruksi yang semakin kompleks.
Secara struktural, Biro Kepatuhan berada dalam kerangka Three Lines Model sebagai lini kedua, yang berperan memastikan efektivitas pengendalian dan implementasi kepatuhan oleh unit kerja (lini pertama), serta berkoordinasi dengan fungsi audit internal sebagai lini ketiga.
Yan Arianto, Direktur Manajemen Risiko & Kesisteman ADHI menjelaskan, “Kepatuhan merupakan enabler bagi keberlanjutan bisnis. Dengan sistem kepatuhan yang kuat, ADHI dapat mengantisipasi risiko sejak dini, menjaga kualitas proses bisnis, serta memastikan setiap langkah perusahaan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan.”
Dari perspektif organisasi, Biro Kepatuhan juga menjadi motor penggerak dalam membangun budaya kepatuhan yang terintegrasi, di mana setiap Insan ADHI memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjalankan aktivitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Budaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kinerja berkelanjutan.
Ke depan, fungsi Kepatuhan akan menjadi pilar penting dalam memperkuat disiplin organisasi, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memastikan kegiatan usaha perusahaan berjalan secara prudent, transparan, dan akuntabel. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam membangun fondasi tata kelola yang lebih kuat, guna mendukung kinerja yang sehat dan berkelanjutan.















