Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan kinerja tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika global.
“Kinerja solid Perseroan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang konsisten di berbagai lini,” ujar Hery dalam paparan kinerja keuangan triwulan I/2026, Kamis (30/4/2026).
Dia menambahkan, ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, sehingga mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset.
Secara rinci, segmen UMKM masih menjadi kontributor utama dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun. Sementara itu, dari sisi pendanaan, BRI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4% yoy.
Komposisi dana murah (CASA) juga semakin kuat, meningkat 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun, yang turut mendorong efisiensi biaya dana. Cost of fund (CoF) tercatat turun dari 3% menjadi 2,3%.
Dari sisi operasional, pre-provision operating profit (PPOP) tercatat sebesar Rp32,2 triliun atau tumbuh 7,7% yoy. Kualitas aset pun menunjukkan perbaikan dengan loan at risk (LAR) menurun menjadi 9,7%.
Peningkatan kinerja tersebut berdampak pada rasio profitabilitas, dengan return on assets (ROA) naik menjadi 2,8% dan return on equity (ROE) meningkat menjadi 18,4%.
Selain itu, total aset BRI tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2% yoy. Hery menegaskan, ke depan BRI akan terus memperkuat peran sebagai bank yang berfokus pada ekonomi kerakyatan dengan UMKM sebagai pusat pertumbuhan, termasuk melalui penguatan ekosistem dan integrasi digital guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















