Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, telah memimpin rapat internal bersama PT Danantara Asset Management (DAM) terkait evaluasi dan akselerasi streamlining BUMN.
Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata, baik melalui skema konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran.
Rapat ini menginstruksikan DAM untuk segera menyelesaikan penyederhanaan struktur yang masih tumpang tindih. Fokus utama dialihkan total pada lini bisnis inti yang benar-benar menghasilkan keuntungan dan bernilai strategis.
BP BUMN dan Danantara memastikan restrukturisasi ini merupakan penataan fundamental melalui penguatan tata kelola dan optimalisasi aset.
BUMN ditargetkan menjadi semakin efektif dan efisien, sesuai dengan prinsip korporasi profesional, kompetitif di pasar, serta mampu memberikan kontribusi riil bagi kas negara dan masyarakat.
Rapat ini menitikberatkan pada monitor dan evaluasi tahapan streamlining yang berjalan, debottlenecking hambatan yang ada, serta inventarisasi dukungan-dukungan strategis yang diperlukan secara menyeluruh. Koordinasi antara BP BUMN sebagai regulator dan Danantara sebagai pengelola aset menjadi kunci dalam memastikan setiap tahapan streamlining berjalan terukur, terarah, dan memberikan hasil nyata.
BP BUMN bersama Danantara berkomitmen untuk terus mengawal transformasi ini sebagai langkah strategis dalam membangun BUMN yang lebih sehat, kompetitif, dan berdampak bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.
Semen Indonesia Group (SIG) Memangkas Jumlah Entitas Usahanya dari 40 menjadi hanya 12 entitas
Semen Indonesia Group (SIG) menjalankan transformasi besar dengan memangkas jumlah entitas usahanya dari 40 menjadi hanya 12 entitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efisiensi bisnis, mempertajam fokus pada entitas strategis, serta meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan global.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, didampingi Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, menggelar rapat bersama jajaran Direksi SIG untuk membahas perkembangan program transformasi tersebut.
Saat ini, proses streamlining SIG telah memasuki fase eksekusi pada Q2 2026. Beberapa agenda utama yang dibahas meliputi merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi logistik, integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi entitas non-strategis.
SIG juga terus berkoordinasi dengan advisor, auditor KAP, serta melaksanakan proses due diligence guna memastikan seluruh tahapan transformasi berjalan prudent, terukur, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Transformasi ini menjadi bagian dari upaya membangun BUMN yang lebih sehat, agile, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan nasional. Dengan tata kelola yang kuat dan efisiensi yang berkelanjutan, SIG diharapkan semakin siap menghadapi masa depan industri konstruksi dan infrastruktur Indonesia.
PTPN memangkas 47 perusahaan, dari sebelumnya 65 perusahaan menjadi 18 perusahaan
PTPN memangkas 47 perusahaan, dari sebelumnya 65 perusahaan menjadi 18 perusahaan, sebagai bagian dari langkah besar streamlining dan transformasi perusahaan untuk memperkuat industri perkebunan nasional.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan struktur korporasi yang lebih ramping, tata kelola yang lebih efektif, operasional yang lebih efisien, serta daya saing yang semakin kuat di sektor perkebunan.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, didampingi Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, menggelar rapat bersama jajaran Direksi PTPN untuk membahas perkembangan pelaksanaan streamlining dan transformasi strategis perusahaan.
Dalam pembahasan tersebut, PTPN terus memperkuat fokus pada bisnis inti, mengoptimalkan aset, meningkatkan produktivitas, serta mengonsolidasikan fungsi riset dan pengembangan bisnis perkebunan.
Melalui transformasi ini, BP BUMN dan Danantara mendorong PTPN menjadi perusahaan perkebunan yang semakin kompetitif, adaptif terhadap dinamika industri global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan komoditas nasional.
Pelindo Menargetkan Pengurangan Jumlah Entitas dari 41 perusahaan menjadi 24 entitas
Pelindo menargetkan pengurangan jumlah entitas dari 41 perusahaan menjadi 24 entitas pada tahun 2026 melalui 17 aksi korporasi strategis sebagai bagian dari langkah besar transformasi dan streamlining perusahaan.
Transformasi ini dilakukan melalui konsolidasi bisnis, optimalisasi portofolio usaha, hingga penguatan fokus pada core business perusahaan guna menciptakan struktur korporasi yang lebih ramping, operasional yang lebih efisien, serta daya saing yang semakin kuat di tingkat global.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, didampingi Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, menggelar rapat bersama jajaran Direksi Pelindo terkait update pelaksanaan streamlining Pelindo Group.
Dalam pembahasan tersebut, berbagai aksi korporasi strategis terus didorong, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal antar entitas usaha untuk memperkuat integrasi bisnis dan efektivitas operasional perusahaan.
Pelindo juga memastikan seluruh proses transformasi berjalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, serta didukung komitmen penuh seluruh insan Pelindo selama masa transformasi berlangsung.
Telkom Pangkas 67 Anak Usaha Jadi 19 Entitas, Telkom Menuju Holding Digital
Telkom Group terus mempercepat proses streamlining dari semula 67 entitas menjadi 19 entitas pada akhir tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif dalam memperkuat perannya sebagai strategic holding digital.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Direktur Portfolio/Bisnis PT Telkom Indonesia di Wisma Danantara Indonesia terkait update pelaksanaan streamlining dan transformasi bisnis Telkom Group.
Dalam pembahasan tersebut, Telkom memaparkan sejumlah langkah strategis, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru untuk memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional. Sejumlah agenda prioritas juga terus dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group guna mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
Melalui transformasi ini, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola, efisiensi bisnis, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan.
Berbagai Sumber, IG BPBUMN edit koranbumn













