Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus emiten farmasi pelat merah tersebut, yaitu penambahan satu orang anggota Dewan Komisaris yaitu Bonanza Perwira Taihitu. Pemegang saham juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Jasmine Karsono sebagai Direktur Portofolio, Produk dan Layanan.
Perubahan pengurus tersebut berlaku efektif usai RUPST, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bonanza Perwira Taihitu sebelumnya adalah Staf Ahli Bidang Politik & Globalisasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan sejak tahun 2025. Bonanza juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan, Kementerian Kesehatan (2022-2024) dan Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerjasama Kesehatan, HAM, dan Kemanusiaan, Kementerian Luar Negeri (2019). Latar belakang pendidikan Bonanza, S1 Hubungan Internasional, Universitas Airlangga (1998) dan S2 Ilmu Politik, Universitas Indonesia (2003).
Dirut KAEF Djagad Prakasa Dwialam mengatakan perubahan susunan pengurus dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis KAEF dalam memperkuat tata kelola perusahaan, mendukung transformasi bisnis, serta meningkatkan pelaksanaan strategi jangka panjang perseroan.
“Para pemegang saham mendorong manajemen untuk memperkuat fundamental bisnis Perseroan. Berbagai keputusan yang disepakati dalam RUPST merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan memperbaiki kinerja Perseroan secara menyeluruh,” ujarnya usai RUPST yang digelar pada Rabu (3/6/2026).
Perseroan meyakini bahwa langkah ini akan semakin memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan agenda transformasi dan peningkatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya atas komitmen dan kontribusinya selama menjalankan amanah di PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Dengan semangat kolaborasi dan tata kelola yang kuat, Perseroan optimistis dapat terus menghadirkan kinerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pemegang saham, serta seluruh stakeholders,” tambahnya.
Langkah ini juga menegaskan komitmen Perseroan untuk terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memperkuat KAEF dan kemandirian industri farmasi nasional, Djagad menyatakan ada enam pilar strategi utama yang akan menjadi fokus berikutnya yaitu ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (GCG), dan sinergi antarentitas KAEF Grup.
Selain itu KAEF terus melakukan penajaman fokus bisnis dengan mengutamakan pengembangan dan pemasaran produk dengan margin lebih tinggi, sambil tetap berkomitmen menyediakan obat untuk mendukung program pemerintah guna menjaga aksesibilitas layanan kesehatan masyarakat.
Dengan menjalankan strategi tersebut, Djagad optimistis KAEF dapat mempertahankan momentum perbaikan kinerja pada 2026.
Para pemegang saham, paparnya, telah mengarahkan manajemen Kimia Farma untuk tidak berhenti berinovasi sambil terus menjalankan strategi yang telah disiapkan. Berbagai tantangan, baik di tingkat global maupun nasional, termasuk volatilitas ekonomi global, pergerakan nilai tukar, ketergantungan industri terhadap bahan baku impor, serta dinamika regulasi sektor kesehatan justru menjadi pendorong Kimia Farma untuk semakin tangguh, waspada dan adaptif.
“Dengan optimisme dan kewaspadaan tersebut, kami akan terus memperkuat efisiensi, memperbaiki profitabilitas, dan menjaga pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.”
Adapun susunan pengurus Perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST pada 3 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Susunan Dewan Komisaris PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Terbaru:
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Stefan Looho
Komisaris Independen : Diah Kusumawardani
Komisaris Independen : Fachmi Idris
Komisaris : Suprianto
Komisaris : Sumarjati Arjoso
Komisaris : Bonanza Perwira Taihitu
Susunan Direksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Terbaru:
Direktur Utama : Djagad Prakasa Dwialam
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Willy Meridian
Direktur Produksi dan Supply Chain : Hadi Kardoko
Direktur Sumber Daya Manusia : Disril Revolin Putra
Direktur Komersial : Hanadi Setiarto
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.















