• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Senin, 27 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Bank Milik Negara Siap Pangkas Suku Bunga Kredit UKM

by redaksi
21 Maret 2020
in Berita
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 Bank pelat merah menyatakan siap melakukan pemangkasan suku bunga kredit usaha  kecii dan menengah (UKM) untuk memperkuat daya saing di tengah wabah virus corona (covid-19).

Komitmen ini menanggapi Menteri BUMN Erick Thohir yang menyatakan bakal mendorong bank-bank pelat merah untuk segera menurunkan suku bunga kredit UKM dalam mengurangi dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penyebaran virus corona.

RelatedPosts

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi Industri Nasional

Padel Bersama, IFG Perkuat Kolaborasi Ekosistem dengan Anggota Holding

BTN Berkolaborasi dengan PUTRI Kembangkan Ekosistem Digital Pariwisata

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, suku bunga dasar kredit mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. per desember 2019 masing-masing tercatat 17,25 persen, dan 17,50 persen.

Sementara itu, suku bunga kredit ritel BRI, Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. masing-masing tercatat 9,90 persen, 9,90 persen, 9,95 persen, dan 11,25 persen. Jika menyelisik data secara general, suku bunga kredit sudah cenderung lebih rendah dibandingkan dengan posisi 2018.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan akan mengkaji potensi penurunan suku bunga kredit kembali seiring dengan langkah pemerintah untuk memberi relaksasi kepada UMKM.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan perseroan terus melakukan evaluasi potensi penurunan suku bunga kredit untuk mendorong kelangsungan usaha debitur dengan memanfaatkan relaksasi yang diberikan regulator.

“Strategi penurunan suku bunga, terutama di segmen UMKM, yang merupakan mayoritas dari nasabah BRI dan di sektor-sektor ekonomi yang terdampak diharapkan akan dapat membantu nasabah BRI dalam menghadapi kondisi perlambatan ekonomi dan akhirnya akan menjaga kualitas portofolio kredit BRI ke depan,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Pada tahun ini, perseroan akan tetap fokus di segmen UMKM maupun sektor lain yang masih memiliki potensi tumbuh di kondisi saat ini, misalnya perdagangan dan jasa kesehatan. BRI pun akan mendorong penyaluran kredit di wilayah-wilayah yang relatif tidak terlalu terdampak, seperti luar Jawa.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan menyebutkan perseroan juga telah mengkaji beberapa relaksasi yang akan diberikan kepada UMKM.

“Kami menyadari saat ini kondisi pelaku UMKM sedang dalam tekanan karena terdampak penyebaran virus corona. Untuk itu, kami memberikan relaksasi melalui kemudahan proses pemberian kredit, baik baru maupun tambahan atas fasilitas kredit yang dimiliki. Sekaligus penurunan suku bunga kredit dan restukturisasinya,” katanya.

Sebagai informasi, Bank Mandiri memiliki portofolio kredit segmen UMKM sebesar Rp103 triliun pada Februari 2020, atau tumbuh 10,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Adapun, Rully memaparkan penyesuaian nantinya dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bank dan berlaku hingga 6 bulan ke depan atau hingga pemerintah menetapkan kondisi sudah normal.

Bagi pelaku UMKM yang mengajukan penambahan fasilitas kredit hingga 20 persen, tidak diperlukan penambahan agunan. Kebijakan ini diberikan terutama untuk segmen mikro.

Bank Mandiri pun memudahkan proses perpanjangan masa laku fasilitas kredit selama 6 bulan dengan memberikan keringanan biaya provisi dan administrasi.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. juga mendukung langkah pemerintah dan melakukan penyesuaian suku bunga dan proses kredit untuk segmen UMKM.

Perseroan berharap dapat menjaga keberlangsungan usaha pelaku UMKM di tengah kondisi krisis akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P. Setyawati menuturkan penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian perseroan terhadap bisnis UMKM dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bank.

Kebijakan ini berlaku hingga 6 bulan hingga 1 tahun ke depan, atau hingga pemerintah menetapkan kondisi sudah normal.

“Kondisi UMKM sedang dalam tekanan karena terdampak penyebaran virus corona, baik terkait ketersediaan bahan baku, maupun serapan pasar. Untuk itu, kami memutuskan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi debitur serta kebijakan dari regulator,” ujarnya.

BNI mencatatkan portofolio kredit segmen UMKM sebesar Rp 74,5 triliun per akhir Februari 2020 atau tumbuh 13,6 persen dari periode yang sama tahun 2019.

Dia pun memaparkan penyesuaian BNI tersebut sejalan dengan relaksasi proses restrukturisasi kredit yang diatur OJK sebagai stimulus perekonomian.

Bentuk relaksasi yang disiapkan BNI antara lain memberikan kesempatan lebih awal dalam melakukan restrukturisasi kepada debitur yang membutuhkan.

Emiten berkode BBNI ini juga akan memberikan kemudahan proses restrukturisasi baik melalui model penundaan kewajiban, pembayaran pokok, dan atau perpanjangan jangka waktu kredit.

Di hubungi terpisah, Analis Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) Dendy Indramawan mengatakan kondisi ekonomi membuat pemerintah merasa perlu untuk melakukan banyak intervensi.

Dia menjelaskan profitabilitas bank pelat merah tergolong gemuk dan masih mampu memberi relaksasi.

“Kalau dilihat dari NIM, mungkin mereka sudah mulai tergerus karena suku bunga kredit turun tahun lalu. Akan tetapi, kemampuan percetakan laba mereka masih cukup tinggi yang mengartikan masih ada ruang untuk memberi keringanan kepada sektor UMKM dari sisi suku bunga pinjaman,” katanya.

Dendy pun optimistis pertumbuhan kredit UMKM yang mencapai 8 persen masih dapat terjaga jika relaksasi dapat diberikan.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Kinerja 2019, Laba Wijaya Karya Tumbuh Jadi Rp2,28 Triliun

Next Post

BUMN Farmasi Siap Sediakan 4,7 Juta Masker di Akhir Maret 2020

Related Posts

UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi Industri Nasional

27 April 2026
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG
Berita

Padel Bersama, IFG Perkuat Kolaborasi Ekosistem dengan Anggota Holding

27 April 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

BTN Berkolaborasi dengan PUTRI Kembangkan Ekosistem Digital Pariwisata

27 April 2026
Aksi Nyata InJourney Hospitality, Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SDN Tenjolaut Sukabumi
Berita

Groundbreaking Oakwood Sanur Bali: Penguatan Ekosistem Health And Wellness Living di Kawasan The Sanur

27 April 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.
Berita

Transformasi Hijau SIG: Dari Limbah Jadi Energi hingga Reklamasi

27 April 2026
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

Penguatan Tata Kelola Perusahaan melalui Fungsi Strategis Biro Kepatuhan, Dukung Kinerja Berkelanjutan ADHI Karya

27 April 2026
Next Post
Kementerian BUMN Matangkan Pembentukan Holding BUMN Manufaktur

BUMN Farmasi Siap Sediakan 4,7 Juta Masker di Akhir Maret 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Pemerintah Dukung Hutama Karya Percepat Penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera

6 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

3 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Hari Bumi 2026, Pertamina Perkuat Transisi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Berkelanjutan

1 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

PERMINAS, New Energy Metals, dan Danantara Dukung Kerja Sama Rare Earth Terintegrasi yang Menghubungkan Hulu Gabon dengan Hilir Indonesia

5 hari ago
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi Industri Nasional

by redaksi
27 April 2026
0

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi meluncurkan Agentic AI by BigBox, platform kecerdasan artifisial generasi terbaru yang dirancang untuk...

Read more
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG

Padel Bersama, IFG Perkuat Kolaborasi Ekosistem dengan Anggota Holding

27 April 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BTN Berkolaborasi dengan PUTRI Kembangkan Ekosistem Digital Pariwisata

27 April 2026
Aksi Nyata InJourney Hospitality, Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SDN Tenjolaut Sukabumi

Groundbreaking Oakwood Sanur Bali: Penguatan Ekosistem Health And Wellness Living di Kawasan The Sanur

27 April 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Transformasi Hijau SIG: Dari Limbah Jadi Energi hingga Reklamasi

27 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In