• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 5 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Kemenperin Target Ventilator Buatan Indonesia Diproduksi Massal Akhir Mei

by redaksi
26 Mei 2020
in Berita
0
Pembangunan Proyek Infrastruktur Dasar di Ibu Kota Negara Direncanakan Mulai Akhir 2020
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Produksi massal ventilator oleh empat perguruan tinggi binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dijadwalkan akan dimulai pada akhir bulan ini. Jadwal tersebut terlambat sekitar satu bulan dari perkiraan awal Kemenperin.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan saat ini ventilator besutan tiga perguruan tinggi sedang melakukan uji klinis, sedangkan ventilator yang didesain tim dari Institut Teknologi Bandung sedang melakukan persiapan untuk produksi massal.

RelatedPosts

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Lanjutkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

Fitch Ratings Merevisi Prospek kredit Indonesia menjadi Negatif Sebelumnya Stabil

“Di Kemenkes [Kementerian Kesehatan] ternyata ada syarat yang cukup ketat untuk Alkes [alat kesehatan] high risk. Bukan lulus uji [produk] saja, tapi ada lulus uji klinis dan izin edar, baru [bisa] produksi masal,” katanya

Seperti diketahui, keempat perguruan tinggi binaan Kemenperin tersebut antara lain adalah Institus Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Universitas Gajah Mada (UGM). Sebelumnya, keempat perguraun tinggi tersebut ditargetkan dapat mulai memproduksi masal ventilatornya masing-masing pada pertengahan Mei 2020.

Taufiek mengutarakan hingga saat ini telah ada enam produk yang telah lulus uji di Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan. Adapun, komponen yang diuji adalah keamanan listrik dan kehandalan produk.

Secara total, setidaknya ada sekitar 11.650 unit ventilator per bulan yang akan diproduksi atau 388 unit ventilator per hari.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mendata dalam 30 hari terakhir ada 13.868 penambahan kasus baru.

Di samping itu, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit mencapai 69,1 persen dari total kasus positif atau 9.582 orang. Dengan kata lain, ada kelebihan produksi ventilator lebih dari 2.000 unit.

Namun demikian, Taufiek menyatakan pihaknya akan berhati-hati dalam membuka keran ekspor ventilator di masa depan.

“Kami prioritaskan menolong rakyat Indonesia dulu. Kalau ekspor kami hati-hati. Kami prioritaskan kebutuhan dalam negeri,” ucapnya.

Selain Kemenperin, Taufiek menyampaikan Kemenkes juga telah melakukan pendampingan terhadap 36 pengembang inovator dari berbadai perguruan tinggi. Menurutnya, ventilator inovasi hasil pendampingan tersebut akan difasilitasi Kemenperin untuk diproduksi massal.

Selain itu, lanjutnya, Kemenperin juga akan mendukung alat uji, rantai pasok bahan baku dan mitra industri perguruan tinggi tersebut. Adapun, Taufiek menyampaikan pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan bahan baku ventilator domestik.

“Sejauh ini [ketersediaan bahan baku] diinformasikan aman. Persediaan [bahan baku] dalam negeri lebih besar,” ucapnya.

Taufiek menyatakan pihaknya bekerja sama dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Gabungan Industri Alat Motor-Mobil (GIAMM), dan Asosiasi Sepeda Motor (AISI) untuk menjaga ketersediaan bahan baku ventilator di dalam negeri.

Di sisi lain, Taufiek berujar pihaknya telah mengarahkan produsen ventilator nasional untuk mengedepankan misi kemanusiaan alih-alih margin. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah melalui Kemenperin akan menjadi pembeli utama.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya mengatakan arahan Presiden cukup jelas bahwa Indonesia dalam jangka menengah, apalagi panjang, harus mandiri di sektor idnustri kesehatan.

Agus optimistis pabrikan ventilator di dalam negeri akan memiliki kapasitas produksi sekitar 12.000 unit ventilator per bulan pada Mei 2020. Sampai saat ini ada empat entitas hasil perkawinan antara perguruan tinggi dan pabrikan alat kesehatan.

Pertama, pengembang dari Universitas Indonesia (UI) dengan jumlah mitra pabrikan sebanyak empat unit saat ini sedang dalam tahap uji produk. Adapun, tim pengembang UI berencana memproduksi 800 unit ventilator transport berbasis sistem pneumatic.

Kedua, pengembang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan tiga unit pabrikan yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri, dan PT Pindad. Tim pengembang dari ITB berencana memproduksi ventilator untuk unit gawat darurat (UGD) sebanyak 10.100 unit per bulan.

Kemenperin mencatat kerja sama antara tim pengembang ITB dengan SMK telah dalam tahap persiapan produksi dan akan memulai produksi 100 unit ventilator per bulan pada April 2020. Sementara itu, kerja sama dengan tiga badan usaha milik negara masih dalam tahap perencanaan dan diperkirakan dapat memulai produksi 10.000 unit ventilator.

Ketiga, pengembang dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) berencana memproduksi low cost protable ventilator tipe emergency.

Keempat, pengembang dari Yogyakarta yang beranggotakan Universitas Gadjah Mada, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI), PT STECHOQ, dan PT Swayasa Prakarsa. Ventilator yang akan diproduksi merupakan ventilator berkualitas tinggi atau computerizd control emergency ventilator dan ICU ventilator.

Kedua jenis ventilator tersebut sedang dalam tahap pembuatan prototipe. Kedua jenis ventilator tersebut direncanakan akan diproduksi oleh PT YPTI dan PT Swayasa Prakarsa dengan kapasitas produksi 600 unit per bulan.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

BTN Tetap Fokus Kembangkan Teknologi Bisnis Transaksi Tahun Ini

Next Post

Terdampak Covid-19, BNI Prediksi Restrukturisasi Kredit Capai Rp 146,7 Triliun

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

5 Maret 2026
Mitratel Bukukan Kenaikan Pendapatan 12,9 Persen Hingga Juli 2020
Anak Perusahaan

Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Lanjutkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

5 Maret 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Fitch Ratings Merevisi Prospek kredit Indonesia menjadi Negatif Sebelumnya Stabil

5 Maret 2026
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung
Berita

Tantangan ANTAM Memastikan Emas dari Penambang Rakyat Memenuhi Standar LBMA

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Indonesia: Konsolidasi Galangan Kapal Libatkan Industri Pendukung Maritim Dalam Negeri

4 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

BYOND by BSI Luncurkan Fitur Baru, Perkuat Layanan Lewat Ekosistem E-Commerce

4 Maret 2026
Next Post
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

Terdampak Covid-19, BNI Prediksi Restrukturisasi Kredit Capai Rp 146,7 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Saham BUMN di bawah Naungan Danantara Dinilai Memiliki Daya Tarik Investasi Jangka Panjang

4 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Angkat Tema “Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat”, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya Terbaik

1 hari ago
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

TASPEN Kembali Hadirkan Program Mudik Bersama BUMN 2026 Secara Gratis

5 hari ago
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Momentum Ramadhan, TIMAH Berbagi Kebahagiaan dengan Guru Ngaji dan Marbot Masjid

6 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

by redaksi
5 Maret 2026
0

Antusiasme dan minat masyarakat terhadap program Mudik Bareng Pertamina 2026 cukup tinggi. Masyarakat berburu tiket mudik secara online melalui laman...

Read more
Mitratel Bukukan Kenaikan Pendapatan 12,9 Persen Hingga Juli 2020

Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Lanjutkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

5 Maret 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Fitch Ratings Merevisi Prospek kredit Indonesia menjadi Negatif Sebelumnya Stabil

5 Maret 2026
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung

Tantangan ANTAM Memastikan Emas dari Penambang Rakyat Memenuhi Standar LBMA

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Indonesia: Konsolidasi Galangan Kapal Libatkan Industri Pendukung Maritim Dalam Negeri

4 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In