• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 7 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Risiko Perlu Diperhatikan Bank Himbara, Lakukan Ekspansif Salurkan Kredit dari Dana Pemerintah

by redaksi
25 Juni 2020
in Berita
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menyambut positif langkah pemerintah yang akan menempatkan dana pada bank-bank pelat merah guna mendorong penyaluran kredit.

Namun, risiko kredit dan likuditas lanjutan masih tetap perlu menjadi perhatian lantaran ekonomi yang masih lesu.

RelatedPosts

Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

Dukung Sektor Maritim, Askrindo Jamin Ratusan Kapal PT Transcoal Pacific Tbk

TASPEN Group Hadirkan Program Bedah Rumah Gratis, Wujud Nyata Kepedulian bagi ASN dan Masyarakat

Senior Faculty LPPI Amin Nurdin menilai semangat pemerintah dalam mendorong bank-bank yang untuk dapat aktif menyalurkan kredit ke sektor riil akan membantu pemulihan ekonomi sekaligus sektor-sektor terdampak virus corona.

“Namun kondisi pandemi saat ini sudah membuat ekonomi melemah. Ini harus menjadi pertimbangan utama. Jangan sampai langkah ini membuat risiko kredit dan likuditas lanjutan,” katanya, Rabu (24/6/2020).

Seperti diketahui, pemerintah akan menempatkan dana di himpunan bank milik negara (Himbara) sebesar Rp30 triliun yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia untuk membantu menggerakkan ekonomi riil.

Penempatan dana pemerintah di bank umum tersebut dalam bentuk deposito dengan suku bunga 80 persen dari suku bunga acuan BI. Saat ini bank sentral menetapkan suku bunga BI 7-days reverse repo rate (BI-7DRR) sebesar 4,25 persen.

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pun optimistis dapat mentransmisikan dana yang ditempatkan pemerintah hingga tiga kali lipat dalam bentuk ekspansi kredit.

Amin dia memaparkan saat ini perbankan memiliki tiga segmen debitur yang dapat dimanfaatkan, yakni debitur yang direstrukturisasi, debitur untuk kebutuhan top up, dan debitur baru.

Ketiga segmen tersebut memiliki profil risiko yang berbeda. Namun, dalam masa pandemi semuanya dapat dikategorikan sama lantaran konsumsi masyarakat membuat hampir semua sektor tak banyak bergerak. “Kita lihat saat ini mal-mal sudah buka. Tapi apakah pengunjungnya ramai. Tidak juga kan,” imbuhnya

Dia melanjutkan penyaluran kredit ekpansif tersebut juga akan menggerus likuditas bank pelat merah.

“Kalau seandainya penyaluran itu gagal, maka risiko yang ditanggung bank pun menjadi lebih berat, yakni risiko kredit dan risiko likuditas tambahan semakin berat karena uang bank yang ikut terlambat,” katanya.

Senada, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan meski bunga yang dibayarkan ke pemerintah kecil, namun pada akhirnya tetap akan merugikan bank karena harus mengeluarkan biaya dana. Sehingga menurutnya bank memang dipaksa untuk menempatkan dana pemerintah dalam bentuk kredit.

“Bank dipaksa untuk menempatkan [dana di dalam bentuk kredit], karena kalau tidak akan rugi, sebab  ada ketentuan dana pemerintah tidak boleh ditempatkan di SUN dan valas,” katanya.

Piter menilai, keharusan ekspansi kredit bank bukanlah pekerjaan mudah, apalagi di tengah pandemi dan permintaan kredit juga masih belum tinggi.

Selain itu, risiko kredit pun dinilai tinggi. Namun demikian, bank Himbara dapat menekan risiko dengan lebih selektif menyalurkan kredit dan didasarkan pada analisis kredit yang kuat. “Bank harus bekerja keras, tidak boleh malas-malas, benar-benar mencari nasbah dan melakukan evaluasi,” tuturnya.

Piter menilai, kredit dapat diutamakan pada BUMN Karya. Selain membutuhkan likuiditas, risiko kredit ke BUMN dinilai lebih terukur.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Imbas Pandemi Corona, NPL Pegadaian Sempat Naik di 3,5% pada Akhir April 2020

Next Post

Dalam 10 hari, KAI Catat Pergerakan Penumpang KA Jarak Jauh Naik 49%

Related Posts

Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

7 April 2026
Askrindo Cover Asuransi Kecelakaan Diri  pada Gelaran JogjaROCKarta 2020
Berita

Dukung Sektor Maritim, Askrindo Jamin Ratusan Kapal PT Transcoal Pacific Tbk

7 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

TASPEN Group Hadirkan Program Bedah Rumah Gratis, Wujud Nyata Kepedulian bagi ASN dan Masyarakat

7 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

7 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Kenaikan Harga Tiket Pesawat, PemerintahMenyiapkan Insentif Pajak untuk Industri Penerbangan hingga Relaksasi ke Pertamina

7 April 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Livin’ Call, Fitur Bebas Pulsa di Aplikasi Livin’ by Mandiri Mengakses call center 24/7, Tanpa Biaya Tambahan

7 April 2026
Next Post
Antisipasi Penyebaran Corona, KAI Operasikan Rail Clinic

Dalam 10 hari, KAI Catat Pergerakan Penumpang KA Jarak Jauh Naik 49%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Inisiasi Menteri Kebudayaan, Berencana Kolaborasi dengan Danantara untuk Memanfaatkan Aset Cagar Budaya

3 hari ago
Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar

Monitoring Arus Mudik dan Arus Balik, Direksi IAS Kunjungi POSGABNAS

2 hari ago
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

PTBA Cetak Pertumbuhan Operasional, Produksi dan Penjualan Meningkat di Tengah Dinamika Harga Global 2025

2 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Sinergi KAI, Kementerian PKP, dan Danantara Berlanjut ke Bandung: Kawasan Kiaracondong Bakal Disulap Jadi Hunian Vertikal TOD bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

23 jam ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

by redaksi
7 April 2026
0

PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 4,14 kali lipat selama periode siaga Ramadan...

Read more
Askrindo Cover Asuransi Kecelakaan Diri  pada Gelaran JogjaROCKarta 2020

Dukung Sektor Maritim, Askrindo Jamin Ratusan Kapal PT Transcoal Pacific Tbk

7 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

TASPEN Group Hadirkan Program Bedah Rumah Gratis, Wujud Nyata Kepedulian bagi ASN dan Masyarakat

7 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

7 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Kenaikan Harga Tiket Pesawat, PemerintahMenyiapkan Insentif Pajak untuk Industri Penerbangan hingga Relaksasi ke Pertamina

7 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In