PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mengoperasikan KRL lintas Yogyakarta – Solo. Hal tersebut memingat kebutuhan masarakat yang tinggi akan moda transportasi berbasis Rel yang tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Ibukota Jakarta. Pengoperasian KRL di Daerah Operasi 6 Yogyakarta menjadi angin segar untuk transportasi KA terutama di wilayah Solo-Jogja. KRL dinilai lebih cepat dibandingkan KA diesel yang selama ini beroperasi antara Solo-Jogja. Selain itu, KRL lebih ramah lingkungan.
“KRL lebih bersih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak. Selain itu, KRL suaranya lebih halus. KRL ini menjadi angin segar bagi transportasi KA di Solo-Jogja,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.
Pengoperasian KRL yang rencananya akan dikelola oleh anak perusahaan KAI yaitu PT Kereta Commuter Indonesia di Daerah Operasi 6 Yogyakarta sudah sampai tahap pembangunan elektrifikasi Yogyakarta – Solo. Untuk tahap selanjutnya akan dilakukan pengujian dan uji coba yang rencananya berlangsung Oktober hingga akhir tahun 2020.
Rabu 8 Juli dilakukan rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Daerah Operasi 6 Yogyakarta oleh pihak terkait diantaranya KAI, PT KCI dan Tim Balai Pengembangan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan elektrifikasi lintas Solobalapan – Yogyakarta berjalan sesuai rencana dan KRL dapat segera dinikmati masyarakat di wilayah Yogyakarta. (Public Relations KAI)















