PT Pegadaian Galeri 24 telah menyetok emas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan produk tabungan emas di tengah kenaikan harga emas beberapa hari belakangan ini.
“Galeri 24 menyediakan stok Tabungan Emas kisaran 2-3 kali dari rata-rata penjualan harian,” kata Chief Executive Officer (CEO) Galeri 24 Arifmon, Selasa (11/8).
Pihaknya menargetkan produk tabungan emas bisa meningkat 40% dibandingkan realisasi tahun lalu. Tabungan Emas merupakan layanan penitipan saldo emas yang memungkinkan nasabah melakukan investasi secara mudah, murah dan aman.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo menyatakan, kenaikan harga emas berdampak pada dua produk yakni gadai emas dan tabungan emas.
Ia menyebut empat bulan yang lalu total tabungan emas di Pegadaian mencapai 4,8 ton. Sedangkan pada saat ini total tabungan emas di sekitar 4,9 ton. Harianto mengakui jumlah yang relatif stagnan ini terjadi lantaran banyak nasabah yang melakukan penjualan atau buy back emas tersebut demi mengambil keuntungan.
“Bahkan pada bulan Juni, itu kita lihat antara yang beli dan jual, itu lebih banyak yang jual. Trennya ketika harga emas naik, banyak yang mulai menabung, namun ketika harga sudah ketinggian, trennya profit taking,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono menambahkan, saat ini jumlah nasabah tabungan emas di Pegadaian sebanyak 5,8 juta. Angka tersebut naik 1,2 juta jika dibandingkan akhir tahun lalu.
“Tabungan emas di Pegadaian di-drive oleh penabung pemula yang tengah belajar Investasi, makanya saldonya itu kecil. Tapi mereka memang kelompok anak yang belajar investasi dalam bentuk emas,” ujarnya.
Hingga akhir 2019 lalu, Pegadaian membukukan jumlah nasabah produk tabungan emas sebanyak 4,6 juta nasabah, atau melonjak tajam 170% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yakni 1,8 juta nasabah.
Per Januari 2020, jumlah nasabah tabungan emas Pegadaian naik menjadi 4,8 juta nasabah.
Berdasarkan volume, produk tabungan emas Pegadaian sepanjang tahun lalu mencapai 3,99 ton, atau naik lebih dari 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 1,91 ton.
Sumber Kontan, edit koranbumn
















