• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 6 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Tempuh Berbagai Strategi, Upaya BRI Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

by redaksi
22 Agustus 2020
in Berita
0
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya resisten dalam krisis keuangan, kini ikut terdampak. Namun, dalam situasi tersebut, bank badan usaha milik negara (BUMN) yang berfokus pada segmen UMKM, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau BRI, dapat tetap tumbuh dengan melakukan berbagai strategi.

Berdasarkan laporan keuangan Semester I 2020, tercatat laba bersih konsolidasi BRI lebih rendah 36,88 persen atau sebesar Rp 10,18 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 16,13 triliun. Aset per Juni 2020 tercatat sebesar Rp 1.387,76 triliun, turun 2,04 persen dari posisi aset per Desember, yakni Rp 1.416,76 triliun.

RelatedPosts

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

Pendapatan bunga rupiah tercatat sebesar Rp 54 triliun, turun dari periode sama tahun lalu Rp 57 triliun, sedangkan beban bunga stagnan di kisaran Rp 17 triliun. Menurut Direktur Utama BRI, Sunarso, pencapaian ini masih sangat bagus di tengah pandemi yang menggerus ekonomi nasional dan laba perbankan.

“Masih laba, tapi tidak bisa sebesar laba tahun lalu. Saat ini bank masih bisa laba saja, masih bersyukur, masih setor dividen ke pemegang saham sudah bagus, tidak tutup saja banknya sudah untung,” ujar Sunarso

Sunarso memaparkan, BRI telah mengalami empat krisis besar selama lebih dari seratus tahun berdiri. Pertama, pada 1997-1998 krisis dipicu oleh volatilitas mata uang dan bersifat regional yang merembet hingga Indonesia. Pada saat itu, Indonesia paling terpukul dengan anjloknya nilai tukar rupiah, naiknya rasio kredit macet (non performing loan /NPL) perbankan hingga 48 persen. Dalam situasi tersebut, modal perbankan sudah tidak cukup lagi mengcover risikonya.

Sepuluh tahun kemudian, pada 2008 muncul krisis yang dipicu kegagalan korporasi di Amerika atau disebut subprime mortgage. Pada krisis 2008 dampak yang paling terasa adalah nilai tukar, inflasi, dan suku bunga. Segmen korporasi saat itu paling cepat terdampak karena terekspos dengan nilai tukar, suku bunga, dan inflasi.

Pada masa tersebut, UMKM yang paling tahan terhadap krisis. “Karena UMKM posisinya jauh dari krisis tersebut, artinya krisis itu butuh transmisi yang cukup lama untuk menjangkau ke UMKM,” kata Sunarso.

Pada 2013 kembali terjadi krisis yang disebabkan oleh ekonomi negara-negara di Eropa dampaknya nilai tukar, suku bunga, dan inflasi. Menurut Sunarso, dalam dua krisis terakhir ini (2008 dan 2013) indikator kondisi perbankan dan rasionya masih cukup baik, di mana NPL sekitar tiga persen dan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang kuat. Ini merupakan hasil dari pembenahan manajemen risiko perbankan setelah krisis pada 1997-1998.

Berbeda dengan ketiga krisis tersebut, kondisi tahun 2020 ini, menurut dia,  merupakan krisis yang belum pernah ada sebelumnya. Kesulitan  disebabkan oleh wabah yang bersifat global, yang tidak lagi bersifat segmental, dan sektor UMKM yang tadinya resisten justru terkena lebih awal.

Dorong segmen digital

Dalam kondisi seperti ini, BRI lebih mendorong segmen digital yang kini menjadi andalan masyarakat yang sedang mengalami pembatasan sosial. Perseroan, lanjut Sunarso, telah memiliki berbagai layanan perbankan yang terintegrasi, sehingga masyarakat tetap mampu bertransaksi dengan aman dan nyaman di tengah kondisi sekarang ini.

BRImo merupakan aplikasi yang memiliki fungsi mobile banking dan internet banking ke dalam satu aplikasi dengan menu transaksi yang lebih lengkap dan menarik. Aplikasi ini memiliki fitur transfer, berbagai pembayaran, top-up uang elektronik (BRIZZI), cek mutasi rekening, dan banyak lagi layanan perbankan lainnya. Melalui aplikasi ini juga, nasabah tidak perlu datang ke kantor bank apabila ingin membuka rekening baru.

Melalui produk Ceria yang diluncurkan 2019, BRI menjadi bank pertama di Indonesia yang memiliki produk pinjaman digital. Aplikasi ini sudah fully digital, dengan sistem digital verification, digital scoring, hingga digital signature, sehingga masyarakat dimudahkan ketika mengajukan personal loan dengan cukup melalui smartphone dan tidak perlu datang ke kantor BRI.

Sementara itu untuk penetrasi ke wilayah pedesaan, BRI memperkuat retail CASA dan payment, dan memperkuat mikro CASA melalui mikro payment. Salah satu titik sentral adalah agen BRILink, dengan 422 ribu agen tersebar di seluruh Indonesia.

Pada tahun lalu, transaksi masyarakat melalui BRILink sebesar Rp 637 triliun dan menghasilkan fee based income sebesar Rp 788 miliar. “Pada tahun ini, kami menargetkan sebanyak 500 ribu agen BRILink dan menargetkan fee based income hanya agen saja sebesar Rp 1 triliun,” ungkap Sunarso.

Menurut Sunarso, agen BRILink adalah bukti dan bentuk nyata dari sharing ekonomi. Hal ini dikarenakan BRI tidak perlu lagi membangun cabang, setiap anggota masyarakat yang memenuhi syarat untuk punya bisnis bisa menjadi agen BRILink. “Keberadaan agen BRILink sangat positif, mempercepat perputaran uang yang diperlukan menumbuhkan ekonomi” katanya.

Selain menggenjot digitalisasi, BRI juga menyusun strategi pengelolaan likuiditas perusahaan. Direktur Keuangan Bank BRI, Haru Koesmahargyo, menjelaskan, perseroan berupaya menjaga likuiditas dalam kondisi ideal, di mana hal itu tercermin dari rasio liquidity coverage ratio BRI (LCR) pada Maret 2020 yang berada di angka ±230 persen. “Angka itu masih di atas ketentuan OJK yang menetapkan bahwa LCR bank minimal dijaga sebesar 100,” kata Haru.

Meskipun terdampak pandemi, penyaluran kredit Bank BRI tetap tumbuh. Penyaluran kredit pada Semester I 2020 mencapai Rp 886,91 triliun, turun 1,07 persen dari periode yang sama tahun lalu, Rp 877,44 triliun. Total restrukturisasi tercatat Rp 213 triliun, naik dari periode sama tahun lalu Rp 43 triliun.

BRI juga menghapus buku kredit bermasalah sebesar Rp 6,4 triliun miliar, naik dari periode sama tahun lalu yang Rp 5,6 triliun. Namun demikian, restrukturisasi cenderung melandai pada Juni dibandingkan Mei dan bank sudah bisa berekspansi. Pada bulan Juni saja, mikro sudah berekspansi sebesar Rp 17,77 triliun selama satu bulan.

Sumber Republika, edit koranbumn

Previous Post

Pelindo 3 Hadirkan Pelayanan Shore Connection Mulai Beroperasi di Regional Kalimantan

Next Post

Boma Bisma Indra Kembali Berhasil Selesaikan Produk Pesanan untuk Gas Development Project – Jambaran Tiung Biru Field

Related Posts

33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

5 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

5 Maret 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Perluas Segmen Pasar Sektor Energi, PAL Indoensia Siap Garap Fasilitas Gas Mako

5 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
Berita

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

5 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan

5 Maret 2026
Next Post
Kunjungan Tim Assessment GCG BPKP ke BBI

Boma Bisma Indra Kembali Berhasil Selesaikan Produk Pesanan untuk Gas Development Project – Jambaran Tiung Biru Field

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

PDSI Bukukan Pendapatan Bruto Tumbuh 20% Sepanjang 2025

6 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Jasa Marga Mencatat Core Profit Stabil sebesar Rp3,7 triliun Sepanjang 2025

1 hari ago
Mitratel Bukukan Kenaikan Pendapatan 12,9 Persen Hingga Juli 2020

Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Lanjutkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

15 jam ago
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

TASPEN Kembali Hadirkan Program Mudik Bersama BUMN 2026 Secara Gratis

6 hari ago
33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

by redaksi
5 Maret 2026
0

Di tengah indahnya kebersamaan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Len Industri (Persero) selaku Holding DEFEND...

Read more
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

5 Maret 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

Perluas Segmen Pasar Sektor Energi, PAL Indoensia Siap Garap Fasilitas Gas Mako

5 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

5 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In