• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 7 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Presiden Joko Widodo Resmikan Tower Baru AirNav Di YIA

by redaksi
28 Agustus 2020
in Berita
0
Airnav Terus Pantau Perkembangan Dampak Erupsi Gunung Merapi
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meresmikan Tower baru AirNav Indonesia yang berada di Yogykarta International Airport (YIA), Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (28/8). Presiden didampingi oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, Menteri BUMB Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Pembangunan tower bandara YIA ini, dikerjakan hanya dalam waktu 7,5 bulan sejak bulan Januari 2019-Agustus 2019. Pengerjaan pembangunan yang cepat ini diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo. “Pembangunan ini termasuk cepat, namun kualitasnya tetap bagus. Proyek-proyek ke depannya harus seperti ini, cepat tetapi kualitasnya juga bagus,” ujar Presiden saat peresmian.

RelatedPosts

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

Direktur Utama AirNav Indonesia, Pramintohadi menyampaikan, Tower YIA memiliki delapan keunggulan dibandingan dengan Tower Adi Sujtipto. Pertama, Tower YIA memilki tinggi 39,5 meter, lebih tinggi dibanding tower Adi Sutjipto yang setinggi 25 m. “Ketinggian ini membuat pandangan ATC lebih luas dan mampu memantau seluruh pergerakan area bandara,” ujarnya. Kedua, Tower YIA dibangun hanya 7,5 bulan saja, termasuk salah satu yang tercepat. Ketiga, tower ini divangun tahan gempa hingga 8,8 magnitudo.

Pramintohadi melanjutkan, keunggulan keempat adalah, tower dibangun tahan terhadap tsunami dan dapat langsung beroperasi melayani penerbangan setelah tsunami berhenti. Hal itu dikarenakan seluruh peralatan navigasi ditempatkan pada ketinggian 15 mdpl, sebab gelombang tsunami berada pada rentang 8 – 12,8 m. Kelima, tower ini dilengkapi dengan fasilitas peralatan navigasi penerbangan yang modern. Menara Pemandu Lalu Lintas Penerbangan YIA dilengkapi dengan tower set, radar monitoring, radio VHF, telephone direct speech dan Automatic Terminal Information Service (ATIS). Fasilitas Gedung operasional dilengkapi dengan radar control display, radio VHF, telephone direct speech dan Automated Weather Observing System (AWOS) bekerja sama dengan BMKG. Selain itu, AirNav Indonesia juga memiliki gedung administrasi yang dilengkapi dengan ruangan dan fasilitas perkantoran modern serta ramah lingkungan.

“Keenam, kami juga melayani pendaratan pesawat berbasis satelit, yang biasa disebut Performance Based Navigation (PBN),” terang Pramintohadi. Ketujuh, kapasitas runway YIA 28 pergerakan per jam, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Adi Sutjipto sebanyak 17 pergerakan per jam. “Dengan kapasitas tersebut, Bandara Adi Sutjipto melayani 280 sampai dengan 300 pergerakan pesawat udara per harinya. Sedangkan YIA, memiliki kapasitas runway 28 pergerakan pesawat udara per jam. Jadi bisa dibayangkan penambahan kapasitas pergerakan pesawat udara yang cukup signifikan dalam mendukung konektivitas udara untuk wilayah Yogyakarta,” paparnya.

Paling akhir, alur penerbangan (flow traffic) di bandara ini lebih lancar dibandingkan Bandara Adi Sutjipto, sehingga jadwal penerbangan lebih teratur. Pramintohadi menyampaikan, dengan peresmian tersebut, wilayah ruang udara Yogyakarta saat ini memiliki dua bandar udara aktif, sehingga meningkatkan kapastitas penerbangan di wilayah tersebut. AirNav Indonesia, lanjutnya, telah menyiapkan skema operasional layanan navigasi penerbangan untuk kedua bandar udara tersebut, sebab AirNav mengoperasikan layanan navigasi penerbangan di kedua bandara tersebut secara bersama-sama.

“Bandara Adi Sutjipto akan beroperasi untuk slot penerbangan militer dan training. Sedangkan untuk YIA akan fokus melayani penerbangan komersil. AirNav Indonesia akan memberikan layanan aerodrome control (ADC) untuk pesawat udara yang take-off dan landing di YIA melalui Menara Pemandu Lalu Lintas Penerbangan YIA. Sedangkan untuk pesawat udara di ruang udara Yogyakarta dengan ketinggian 4.000 sampai dengan 24.500 kaki akan dilayani oleh unit approach control (APP) yang bertempat di Bandara Adi Sutjipto yang telah dilengkapi dengan Radar Surveillance dengan coverage hingga radius 183 nautical miles,” jelas Pramintohadi.

AirNav Indonesia, lanjutnya, menginvestaskan total Rp. 87,6 miliar untuk membangun tower, gedung administrasi, gedung operasional dan fasilitas navigasi penerbangan. Tower baru ini berada di kawasan dengan luas lahan 15.651 m2 dan luas bangunan 5.209 m2 di YIA. Fasilitas yang dimiliki untuk mendukung layanan navigasi penerbangan di YIA antara lain adalah fasilitas pendaratan yang terdiri dari Instrument Landing System (ILS), Terminal-DME, dan prosedur pendaratan berbasis satelit performance-based navigation (PBN) serta SID/STAR RNAV1.

Pengoperasian YIA diharapkan Pramintohadi memberikan dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. “Dengan penambahan kapasitas ini artinya potensi jumlah penumpang semakin meningkat, wisata dan penumpang haji maupun umroh juga meningkat. Konektivitas di jalur selatan Jawa yang masih sangat tinggi potensinya menjadi lebih dimanfaatkan. Jarak tempuh lebih jauh sehingga menambah potensi city pair, artinya rute-rute baru akan semakin banyak ke sini baik domstik maupun internasional. Seluruh potensi tersebut, tentunya akan memberikan stimulus yang baik bagi roda perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Yogyakarta,” pungkasnya.

Sumber Airnav, KBUMN, edit koranbumn

Previous Post

PELNI Resmikan AKHLAK Jadi Nilai Utama Perusahaan

Next Post

Lima Anak Usaha Angkasa Pura II Raup Pendapatan Rp1,336 Triliun

Related Posts

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

7 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.
Berita

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Anak Perusahaan

BRI Manajemen Investasi Targetk AUM Sebesar Rp500 miliar pada Tahun Pertama Peluncuran ETF Berbasis Emas

7 Maret 2026
Next Post
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi Angkasa Pura II

Lima Anak Usaha Angkasa Pura II Raup Pendapatan Rp1,336 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Jasa Marga Mencatat Core Profit Stabil sebesar Rp3,7 triliun Sepanjang 2025

3 hari ago
Semangat Baru KAI Commuter

KAI Commuter dan DJKA Resmi Memperpanjang Rute Commuter Line Supas hingga Stasiun Probolinggo

2 hari ago
Antisipasi DBD di Tengah Covid-19, Elnusa Fogging Lingkungan Warga Sekitar

Amankan Kinerja Bisnis, Elnusa Mengantisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz

3 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Fitch Ratings Merevisi Prospek kredit Indonesia menjadi Negatif Sebelumnya Stabil

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

by redaksi
7 Maret 2026
0

Sovereign Wealth Fund (SWF) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia memastikan telah berada di pasar modal Tanah Air meski tidak muncul di...

Read more
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In