• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Dirut Dwi Satriyo Pastikan Komitmen Petrokimia Gresik Hadirkan Solusi Masalah Pertanian Menyongsong Indonesia Emas 2045

by redaksi
4 Oktober 2020
in Berita
0
Petrokimia Gresik Edukasi Masyarakat Terkait Penyebaran Virus Corona
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menyongsong “Indonesia Emas” tahun 2045 sederet masalah pertanian telah menjadi tantangan bersama yang harus segera dipikirkan solusinya, khususnya peningkatan kebutuhan pangan. Namun di sisi lain lahan pertanian terus menyusut, dan anak muda juga tidak tertarik lagi terjun di sektor ini.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo saat menjadi salah satu pembicara dalam acara webinar bertajuk “KADIN (Kamar Dagang & Indonesia) Jatim Talk” pada Jumat (18/9).

RelatedPosts

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

Dwi Satriyo menjelaskan bahwa pada tahun 2045, kebutuhan pangan di tanah air mencapai 35,3 juta ton, atau meningkat 5,44 juta ton (18,2 persen) dibandingkan tahun 2019 sebesar 29,86 juta ton. Ini terjadi karena akan muncul ledakan penduduk dari 269 juta jiwa tahun 2019 menjadi 318 juta jiwa berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Artinya, jika produktivitas pertanian saat ini rerata 5,1 ton setiap hektare (ha) maka dibutuhkan tambahan lahan sekitar 1 juta hektare guna memastikan kebutuhan pangan di era “Indonesia Emas” nanti aman. Faktanya, terjadi tren penurunan luas lahan baku di Indonesia karena alih fungsi,” tandas Dwi Satriyo.

Tahun 2016 lahan baku sawah tidak kurang dari 8,19 juta ha, namun di tahun 2017 turun menjadi 7,75 juta ha, dan pada tahun 2018 berkurang cukup drastis menjadi 7,1 juta ha. Baru terlihat penambahan luas lahan baku sawah di tahun 2019 menjadi 7,4 juta ha.

Besarnya alih fungsi lahan sejak tahun 2016 tidak lepas dari kondisi perekonomian petani di tanah air. Dimana BPS menyebutkan di tahun 2014, rumah tangga miskin berdasarkan sumber penghasilan utama rumah tangga di Indonesia, sebanyak 53,58 persen berasal dari sektor pertanian.

“Kita harus peduli terhadap kondisi ini. Kita menyebut petani sebagai pahlawan pangan, tetapi jika melihat upah harian buruh tani nasional hanya bisa untuk sekadar hidup,” tandas Dwi Satriyo.

Di sisi lain, bantuan permodalan untuk petani bangkit masih terbilang minim. Hal ini dapat dilihat dari bantuan permodalan yang diberikan perbankan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), bantuan permodalan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor pertanian hanya Rp 7,69 triliun (12%), terpaut jauh jika dibandingkan dengan sektor non-pertanian yang mencapai Rp 55,39 triliun.

“Pertanian yang menjadi landasan ketahanan negara hanya mendapatkan porsi yang kecil,” ujarnya seraya menyebutkan minimnya permodalan di sektor pertanian ini dapat mempengaruhi petani dalam usaha sehingga mengancam ketahanan pangan.

Masalah perekonomian inilah yang menurutnya menjadi salah satu penyebab berkurangnya lahan pertanian di Indonesia. Semakin fatal, kondisi ini juga yang menyebabkan sulitnya regenerasi petani, karena anak petani lebih memilih bekerja di sektor lain.

Jika melihat demografi petani saat ini, petani dengan usia 55 tahun atau lebih jumlahnya terbilang besar, berkisar 35,9 persen, sedangkan petani muda atau berusia 34 tahun ke bawah hanya 11 persen. Petani di tanah air saat ini didominasi antara usia 35 sampai 54 tahun sebanyak 52,4 persen.

Dwi Satriyo menegaskan untuk mengatasi deretan masalah tersebut dibutuhkan upaya dari semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan mendongkrak produktivitas pertanian. Untuk itu, Petrokimia Gresik siap mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani dengan menyediakan pupuk berkualitas.

Pupuk berkualitas, lanjutnya, menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, dimana 77 persen kenaikan produksi pertanian saat ini diperoleh dari kegiatan intensifikasi dengan aplikasi pupuk berkualitas. Ini juga menjadi solusi bagi sulitnya penambahan lahan baku pertanian.

“Masih ada peluang yang bisa kita kejar melalui pengaplikasian pupuk berkualitas guna meningkatkan rerata produktivitas pertanian,” terangnya.

Di sisi lain, Petrokimia Gresik juga berkomitmen mendukung pertanian berkelanjutan dengan menyediakan pupuk organik, baik Petroganik maupun Phonska Oca. Dengan pertanian berkelanjutan, produktivitas pertanian dapat dijaga hingga jangka panjang.

Senada, Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian dan Pangan KADIN Jatim, Edi Purwanto menyatakan bahwa masalah kesejahteraan petani inilah yang selalu muncul di tengah sektor pertanian.

“Selama ini kita selalu berbicara ketahanan pangan, tapi kesejahteraan petani kadang dilupakan. Untuk itu kita harus meningkatkan kolaborasi guna meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, banyak stakeholder di dunia pertanian memiliki program masing-masing, tapi terkadang untuk mengoptimalkan program itu mereka kurang berkolaborasi. Kolaborasi menjadi salah satu kunci bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Sumber Petrokimia, edit koranbumn

Previous Post

Penetrasi Pasar Ritel, PTPN II Luncurkan Produk Kemasan 1 Kilogram

Next Post

Bersih bersih Sungai Kemuning Jadi Ikon Wisata Lokal di Kota Banjarmasin

Related Posts

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

24 Januari 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

24 Januari 2026
Next Post
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020

Bersih bersih Sungai Kemuning Jadi Ikon Wisata Lokal di Kota Banjarmasin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI Hadirkan Gedung Heritage dan Ramah Lingkungan Untuk Perkuat Inklusi Syariah

3 hari ago
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Hingga Desember 2025, Mandiri Utama Finance Mencatat Penyaluran Pembiayaan Mobil Baru Mencapai Rp13,2 triliun

4 hari ago
ITDC Sedang Memproduksi Film “Akad”

ITDC Gandeng Investor Spanyol, Kembangkan High-End Villa di The Mandalika

4 hari ago
Bank Indonesia Rilis Cadangan Devisa Februari Turun Jadi 130,4 Miliar Dolar AS

Bank Indonesia Targetkan Implementasi QRIS dengan China dan Korea Selatan Sebelum April 2026

3 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

by redaksi
24 Januari 2026
0

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 17.55 waktu setempat, untuk...

Read more
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In