• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 3 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Mantan Tim Sukses Jokowi di Kursi Komisaris BUMN

by redaksi
30 Oktober 2020
in Berita
0
Simbol Era Kemandirian, Logo Baru Kementerian BUMN
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sejumlah anggota tim pemenangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang baru saja ditunjuk menduduki kursi komisaris di badan usaha Milik Negara. Mereka adalah Ulin Ni’am Yusron, Eko Sulistyo, dan Dyah Kartika Rini Djoemadi.

Mengutip Tempo.co, ketiga orang itu mulai bekerja menjadi komisaris BUMN pada Oktober 2020. Ulin, yang pernah tercatat sebagai Dewan Penasihat Relawan Teman Jokowi dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, didapuk menjadi Komisaris Independen PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

RelatedPosts

Menteri Keuangan Purbaya Melantik Fauzi Ichsan sebagai Anggota Dewan Pengawas Profesional INA

Termasuk MoU Danantara-Exim Bank of Korea, 10 MoU Kerja Sama Strategis Indonesia dan Korea Selatan

PP Presisi Meraih Kontrak Baru Proyek Bauksit Antam senilai Rp870 miliar

Penunjukan Ulin dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: SK-319/MBU/10/2020 tanggal 08 Oktober 2020.

Tak lama setelah kabar diangkatnya Ulin Yusron sebagai komisaris ITDC, bekas relawan Jokowi lainnya, Eko Sulistyo, diangkat menjadi Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN.

Eko diangkat sebagai Komisaris PLN melalui SK-330/MBMU/10/2020 tertanggal 9 Oktober 2020 yang salinannya dikirimkan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Eko adalah mantan Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) periode 2014-2019. Dia juga tercatat pernah menjadi tim sukses Jokowi sejak di Solo.

Teranyar, eks tim sukses Jokowi yang diangkat menjadi komisaris perusahaan pelat merah adalah Dyah Kartika Rini Djoemadi. Pengangkatan Dyah Kartika Rini diungkapkan oleh akun media sosial Jasa Raharja.

“Selamat kepada Ibu Dyah Kartika Rini yang telah diangkat sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja,” tulis dalam akun Instagram Jasa Raharja, yang dilihat pada Rabu, (28/10/2020).

Dilansir dari akun Linked in milik Dyah Kartika Rini, wanita kelahiran Jakarta itu juga tercatat sempat menjadi Komisaris PT Danareksa sejak 2015.

Dyah merupakan lulusan Universitas Indonesia program Master of Science and Communication, dan program doktor ekonomi dan manajemen. Dyah juga sempat mengemban pendidikan di University of Cambridge, Business/Managerial Economics.

Dyah Kartika Rini Djoemadi merupakan relawan Jokowi dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012 dan pemilihan presiden RI pada 2014.

Dyah bersama dengan Sony Subrata, Alexander Ferry Wijaya, dan Alexander Jerry Wijaya mendirikan sebuah wadah berkumpulnya relawan media sosial atau Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev) pada 2014. Adapun, jumlah relawan yang dikumpulkan mencapai lebih dari 30 ribu orang.

TRANSAKSI POLITIK

Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih mengatakan penempatan para bekas tim sukses Jokowi di kursi-kursi komisaris BUMN adalah bentuk transaksi politik atau politik balas budi dari pemerintah kepada mereka. Alamsyah menilai dalam politik tak ada istilah relawan, yang ada adalah kontraktor politik yang bekerja sesuai kepentingan kliennya.

“Jadi ada eranya mereka menuntut sesuatu untuk menempatkan mereka pada posisi-posisi yang mereka mendapat logistik lebih tetap dan melanjutkan perannya. Jadi tidak ada relawan. Jadi mereka buruh politik yang menagih balas budi,” ujar dia.

Karena itu, ia melihat praktik-praktik menempatkan para pendukung pemerintah di posisi komisaris menjadi hal yang kerap terjadi.

Namun demikian, Alamsyah saat ini belum bisa mengomentari kinerja para komisaris dari kalangan pendukung pemerintah ini. Boleh jadi, kata dia, mereka yang terpilih memang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masing-masing pelat merah.

Ia memastikan Ombudsman akan terus memantau dan mendalami persoalan penempatan komisaris ini, untuk kemudian menyarankan solusi perbaikan sistem ke depannya.

“Kami akan lihat terkait komisaris bukan hanya soal rangkap jabatan, tapi juga penempatan para politikus lepas ini, politikus yang berafiliasi ke pemerintah. Mereka juga sekarang sudah mengambil posisi-posisi. Persoalan mereka kompeten atau tidak kami akan lihat ke depannya,” tutur Alamsyah.

Kritik mengenai komisaris BUMN ini bukan baru pertama kali dilontarkan Ombudsman. Pada Agustus 2020 lalu, lembaga tersebut sempat menyurati Presiden Jokowi untuk memberi saran perbaikan ihwal polemik rangkap jabatan dan rangkap penghasilan Komisaris BUMN. Ombudsman menyarankan Jokowi segera menerbitkan Peraturan Presiden untuk menyelesaikan masalah ini.

Kala itu, Alamsyah mengatakan Perpres akan memperjelas batasan dan kriteria dalam penempatan pejabat struktural dan fungsional aktif sebagai komisaris BUMN serta pengaturan sistem penghasilan tunggal bagi perangkap jabatan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Selanjutnya saran Ombudsman adalah agar Presiden melakukan evaluasi cepat dan memberhentikan para Komisaris Rangkap Jabatan yang terbukti diangkat dengan cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Alamsyah dalam keterangan tertulis.

Alamsyah mengatakan saran lain dari Ombudsman adalah agar Jokowi memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan perbaikan terhadap Peraturan Menteri BUMN.

Sekurang-kurangnya Permen itu harus mengatur secara lebih jelas mengenai penetapan kriteria calon komisaris, sumber bakal calon, tata cara penilaian dan penetapan, mekanisme serta hak dan kewajiban komisaris di BUMN dan akuntabilitas kinerja para komisaris BUMN.

Saran perbaikan tersebut, kata Alamsyah, merupakan hasil asesmen dan pemantauan Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas sebagai pengawas BUMN dan BLU yang dilakukan sejak 2017.

Selanjutnya pada 2020 Ombudsman melakukan inisiatif pemeriksaan dengan memanggil Kementerian BUMN, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan BPKP serta berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan melakukan pembahasan bersama KPK.

KONFIRMASI KBUMN

Dalam kesempatan terpisah, Staf Khusus Bidang Komunikasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga, menjelaskan alasan di balik ditunjuknya sejumlah relawan Jokowi sebagai komisaris pelat merah. Ia mengatakan orang-orang tersebut memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh perseroan.

Misalnya saja Ulin Yusron, kata Arya, yang diberi tugas khusus mengembangkan promosi wisata Mandalika.

“Kami melihat ITDC sedang mengembangkan dirinya. Kami pingin ada komisaris yang kuat di bidang promosi karena ITDC punya beberapa daerah dan yang terbaru adalah Mandalika,” ujar Arya saat dihubungi Tempo pada Minggu (25/10/2020).

Arya menjelaskan, Kementeriannya yakin dengan latar belakang Ulin sebagai wartawan dan pendiri media nasional. Ulin, tutur Arya, memiliki pengalaman yang berhubungan dengan pemasaran melalui jalur media.

“Mungkin banyak yang tidak tahu kalau Ulin latar belakangnya dari media. Ulin itu yang membuat Berita Satu. Banyak yang enggak paham kalau pariwisata berhubungan dengan promosi,” ucap Arya.

Ulin sebelumnya sempat berkarier sebagai wartawan di Mingguan Ekonomi dan Bisnis KONTAN sampai 2008. Dia juga mendirikan situs Beritasatu.com dan mengelolanya sampai 2013. Dia sempat menggeluti dunia private investigation dan menjadi konsultan beberapa media online pada rentang 2009-2013.

Begitu pula dengan Eko Sulistyo. Arya menuturkan penunjukan Eko di jajaran dewan komisaris perusahaan pelat merah akan membawa PLN berfokus ke pelayanan masyarakat.

“Kami butuh orang-orang yang mumpuni di bidang penanganan masyarakat. Dengan support dan pengawasan dari Mas Eko, kami harap PLN dapat menangani pelayanan-pelayanan kepada masyarakat dengan baik,” kata dia.

Menurut dia, pengalaman Eko di kedeputian yang bersinggungan dengan pelayanan terhadap masyarakat sudah malang-melintang. “Selama di deputi, dia menangani hal-hal di sosial kemasyarakatan dan yang berhubungan dengan publik serta konsumen.”

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan penempatan komisaris dengan latar belakang afiliasi politik merupakan hal yang tidak terhindarkan. Sebab, secara realistis, ia melihat BUMN hidup di dalam lingkungan dengan para pemangku kepentingan yang berupaya menanamkan pengaruhnya.

“Jadi calon dengan background politik juga tidak terhindarkan. Yang penting mereka profesional dan melepaskan atribut dan afiliasi politik saat ditunjuk sebagai dewan komisaris,” tutur Toto.

Di samping itu, ia mengatakan para komisaris terpilih sebaiknya memiliki kompetensi dasar paling tidak paham membaca analisis keuangan perseroan, paham nature of business perseroan, serta paham regulasi yang mengatur industrinya.

Dengan demikian, Toto mengatakan penunjukan relawan sah-sah saja, sepanjang rekam jejak kompetensinya sesuai kebutuhan, tidak memiliki catatan tercela, serta memiliki waktu yang cukup sebagai anggota dewan komisaris. Selanjutnya, ia menyarankan pemerintah terus memantau kinerja para dewan komisaris yang telah ditunjuk.

“Kalau dalam periode setahun menjabat misalnya tidak perform, maka yang bersangkutan bisa dicopot saja,” ujar Toto.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Hingga kuartal III/2020, Kimia Farma Cetak Pertumbuhan Pendapatan Tipis

Next Post

BNI Tambahkan Layanan International Remittance di Aplikasi BNI Mobile Banking

Related Posts

INA dan DP World Dubai Tandatangani Kerja Sama Strategis Senilai 7,5 Miliar Dolar
Berita

Menteri Keuangan Purbaya Melantik Fauzi Ichsan sebagai Anggota Dewan Pengawas Profesional INA

3 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Termasuk MoU Danantara-Exim Bank of Korea, 10 MoU Kerja Sama Strategis Indonesia dan Korea Selatan

3 April 2026
PP Presisi Tebar Dividen Tunai Senilai Rp 66,3 Miliar
Anak Perusahaan

PP Presisi Meraih Kontrak Baru Proyek Bauksit Antam senilai Rp870 miliar

3 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Kerja Sama Danantara Indonesia dengan Mandiri Investment, dan SMBC Aviation Capital Pembentukan Mandiri Aviation Leasing Fund senilai US$800 juta

3 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

Libur Paskah 2026, BNI Siapkan Layanan Terbatas dan Digital 24 Jam

2 April 2026
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera
Berita

Harapan Baru Warga Bantaran Rel: Pemerintah Siapkan Hunian Layak dan Terjangkau

2 April 2026
Next Post
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Tambahkan Layanan International Remittance di Aplikasi BNI Mobile Banking

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, Resmi Mengundurkan Diri

Agrinas Pangan Nusantara Ungkap Total Pengadaan Impor Kendaraan Operasional Mencapai 160.000 unit

2 hari ago
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun

Perkuat Likuiditas dan Ekspansi Kredit, Pemerintah Berikan Tambahan Dana Rp100 triliun ke Bank Himbara

21 jam ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Mudik dengan EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

2 hari ago
Optimalkan Aset BUMN, Kebun Lama PTPN I ‘Disulap’ Jadi Kafe Edukasi Kupi

PTPN I menyelenggarakan kegiatan Leadership Alignment Forum

5 hari ago
INA dan DP World Dubai Tandatangani Kerja Sama Strategis Senilai 7,5 Miliar Dolar
Berita

Menteri Keuangan Purbaya Melantik Fauzi Ichsan sebagai Anggota Dewan Pengawas Profesional INA

by redaksi
3 April 2026
0

Pemerintah menunjuk anggota dewan pengawas profesional di Indonesia Investment Authority (INA), di tengah upaya meningkatkan kredibilitas sovereign wealth fund tersebut.Menteri...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Termasuk MoU Danantara-Exim Bank of Korea, 10 MoU Kerja Sama Strategis Indonesia dan Korea Selatan

3 April 2026
PP Presisi Tebar Dividen Tunai Senilai Rp 66,3 Miliar

PP Presisi Meraih Kontrak Baru Proyek Bauksit Antam senilai Rp870 miliar

3 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Kerja Sama Danantara Indonesia dengan Mandiri Investment, dan SMBC Aviation Capital Pembentukan Mandiri Aviation Leasing Fund senilai US$800 juta

3 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

Libur Paskah 2026, BNI Siapkan Layanan Terbatas dan Digital 24 Jam

2 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In