Pihak Semen Padang Hospital (SPH) Sumatra Barat memastikan pelayanan di rumah sakit itu tetap aman meski ada pasien Covid-19.
Direktur Utama SPH Selfi Farisha menjelaskan untuk memberikan rasa aman itu, pihak SPH telah menyediakan jalur masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) pasien Covid-19 dengan pasien penyakit umum.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir bila datang ke SPH. Karena kedua pelayanan itu beda tempat dan ruangannya serta beda pula pintu masuk IGD pasiennya,” katanya di Padang, Minggu (8/11/2020).
Selfi Farisha menjelaskan, sejauh ini SPH telah berusaha untuk membenahi fasilitas dan skema alur masuk pasien biasa dengan pasien suspect Covid-19.
Menurut dia hal tersebut bertujuan agar masyarakat dengan penyakit lain yang butuh melakukan pengobatan dan perawatan di SPH tak perlu takut untuk terkena penularan Covid-19 dari pasien yang akan atau menjalani pengobatan perawatan virus tersebut.
Selain itu, katanya, sejak Juli 2020 lalu SPH kembali melayani peserta BPJS Kesehatan. Sehingga kenyamanan masyarakat yang menjadi peserta BPJS dan ingin melakukan pengobatan berbagai penyakit di SPH pun diperhatikan.
“Kami juga tentunya memperhatikan sterilisasi ruangan dan sekeliling gedung. Karena mewaspadai penularan Covid-19,” sebutnya.
Selama ini pihak SPH telah menerapkan protokol kesehatan kepada setiap orang datang ke berkunjung ke SPH. Selain itu, pengunjung yang ingin masuk ke rumah sakit juga harus mendapat pengawasan dari petugas medis dan petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk.
Selain harus mencuci tangan, mereka diharuskan cek suhu tubuh dan didata dulu tracking perjalanan pasien yang mungkin saja ditakutkan pernah kontak dengan pasien Covid-19.
Artinya bila pengunjung dinilai aman, barulah petugas memperbolehkan pengunjung untuk masuk setelah mendapat stiker khusus dari petugas yg ditempel di baju penjungung yang ingin masuk ke SPH.
Dia menjelaskan untuk penanganan pasien Covid-19 pun, SPH membedakan tempat perawatan penanganan pasien yang tersuspect dengan penyakit lainnya. Mereka yang suspect Covid-19, akan mendapat perawatan di lantai 4 gedung SPH dengan peralatannya yang telah disediakan.
“Secara bertahap, SPH terus melengkapi alat-alat yang dibutuhkan untuk penanganan pasien seperti bed tempat tidur dengan jumlah awal 17, 54, 72 hingga saat ini berjumlah 95 bed,” kata Selfi.
Selain itu, lanjutnya, kelengkapan alat yakni ventilator yang sangat berguna untuk menangani pasien Covid-19 juga berusaha untuk disediakan oleh SPH. Ventilator merupakan alat berupa mesin yang dapat membantu menunjang pernapasan seseorang.
Salah satu ciri pasien yang terkena Covid-19 adalah mengalami kesulitan saat bernafas. Jadi, pasien yang mengalami kesulitan bernapas akan dibantu alat tersebut supaya mendapatkan oksigen dan bisa kembali bernapas secara normal. Untuk itu, SPH pun melengkapi alat-alatnya dengan ventilator ini.
“Berbagai upaya tersebut dilakukan SPH, agar masyarakat atau pengunjung yang hendak datang tak perlu merasa cemas akan terjadinya penularan Covid-19 di rumah sakit,” katanya seraya mengajak untuk berobat ke SPH
Untuk diketahui bahwa SPH telah ditetapkan oleh Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno pada April 2020 lalu menjadi salah satu Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19 di Sumbar selain RSAM Bukittinggi, RS Unand dan RSUD Pariaman, dan sejumlah rumah sakit lainnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















