Anak usaha PT PP Presisi Tbk. (PPRE) meraih fasilitas kredit senilai Rp1,3 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).
Direktur Keuangan & HCM PP Presisi M. Arif Iswahyudi mengatakan fasilitas pinjaman itu diperoleh anak usaha perseroan, yaitu PT Lancarjaya Mandiri Abadi dan ditandatangai pada 7 Januari 2026.
“Fasilitas pinjaman pokok senilai Rp1,3 triliun,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (8/1/2026).
Arif memaparkan berdasarkan laporan keuangan audit PT Lancarjaya Mandiri Abadi per 31 Desember 2024, nilai pinjaman dari BRI itu mencapai 65,7% dari ekuitas sehingga merupakan transaksi material sesuai dengan Peraturan OJK No.17/2020.
Sejalan dengan itu, anak usaha PPRE juga melakukan transaksi agunan. Pertama, agunan pokok yang mencakup piutang usaha, piutang retensi, tagihan bruto, maupun tagihan yang akan timbul dengan nilai tambahan agunan PT Lancarjaya Mandiri Abadi sehingga total agunan pokok sebesar Rp1,45 triliun.
Kedua, agunan tambahan berupa sebidang tanah atas nama PT Lancarjaya Mandiri Abadi senilai Rp10,51 miliar.
“Transaksi material ini memberikan kontribusi positif bagi PT Lancarjaya Mandiri Abadi dalam membantu pelaksanaan proyek-proyek yang sedang berjalan maupun yang akan didapatkan oleh PT Lancarjaya Mandiri Abadi.”
Lebih lanjut, Arif memastikan bahwa transaksi itu tidak menimbulkan dampak hukum maupun pengaruh negatif terhadap keberlanjutan usaha PT Lancarjaya Mandiri Abadi maupun PP Presisi.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















