Salah satu strategi yang dilakukan mendorong penumpang untuk berbelanja melalui program loyalitas pelanggan Eat Shop Fly. Program ini memberikan penghargaan kepada pelanggan yang belanjanya paling besar di gerai-gerai yang ada di kawasan Bandara.
Direktur Komersial InJourney Airports Veri Y. Setiady menjelaskan konsumen yang belanjanya paling tinggi atau top spender diberikan hadiah 1 unit BYD M6 dan 1 unit dan 1 unit BYD Seal.
Veri Y. Setiady menambahkan bahwa program ini dirancang untuk mengubah persepsi bandara dari sekadar tempat transit menjadi pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup (lifestyle hub).
“Kami ingin setiap interaksi di bandara, mulai dari kuliner hingga belanja, memberikan nilai tambah yang berkesan bagi para traveler. Program Eat Shop Fly merupakan wujud apresiasi kami atas kepercayaan pelanggan dan mitra usaha yang terus mendukung pertumbuhan industri aviasi nasional,” jelas Veri dikutip Selasa (24/2/2026).
Very menjelaskan Injourney Airports terus mendorong pertumbuhan bisnis non aero di 37 bandara yang dikelola, dengan menghidupkan aktivitas komersial di terminal serta memperkuat daya saing bandara sebagai pusat aktivitas ekonomi.
Walaupun tidak menyebutkan angka spesifik, Veri menyebut pada 2025 pendapatan dari bisnis non aero tumbuh dan melampaui target. Kinerja ini akan terus ditingkatkan.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menjadi salah satu bandara dengan bisnis non aero yang tumbuh karena tingginya aktivitas penumpang.
CEO Regional II Injourney Airports Wahyudi menjelaskan pendapatan non aero Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai target di 2025.
“Kami usahakan kedepan target yang ditetapkan bisa tercapai dan menjadi pendorong pendapatan non aero,” kata Wahyudi.
Sebagai informasi, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 2025 melayani 24,12 juta penumpang, dimana 15,7 juta penumpang internasional dan 8,9 juta penumpang domestik.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















