• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 6 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Antisipasi Kegagalan Nasabah Restrukturisasi, BRI Lakukan Pencadangan Setelah Program Keringanan Berakhir

by redaksi
3 Agustus 2022
in Berita
0
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Sunarso menyatakan perseroan siap menghadapi berakhirnya masa restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 yang jatuh pada Maret 2023.

Sunarso menjelaskan keyakinan itu tidak terlepas dari rasio loan at risk (LAR) atau kredit berisiko perseroan yang jauh berada di bawah pencadangan. BRI dalam hal ini terus meningkatkan pencadangan guna meredam potensi LAR menjadi risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

RelatedPosts

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

Sampai dengan semester I/2022, LAR perseroan bercokol di level 20,8 persen atau turun dari posisi tahun lalu yang mencapai 24,1 persen. Adapun, LAR Coverage meningkat sebesar 680 basis poin menjadi 42,4 persen pada tahun ini.

“Angkanya ternyata dari LAR, yang jatuh tidak bisa diselamatkan hanya 8 persen, sedangkan BRI sudah mencadangkan 42 persen. Artinya, kalau yang tidak bisa diselamatkan mencapai 40 persen, ya masih aman karena masih terlindungi oleh pencadangan terhadap LAR,” ujar Sunarso dalam paparan kinerja kuartal II/2022 BRI, Rabu (27/7/2022).

Oleh sebab itu, Sunarso menyampaikan apabila Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak melanjutkan masa restrukturisasi kredit terdampak Covid-19, emiten bank berkode saham BBRI tersebut sudah siap menghadapi potensi meningkatnya risiko kredit.

“Pertanyaannya, sekarang sudah siap atau belum dari sisi pencadangan dan pengelolaan portofolio yang masuk LAR itu? Kami nyatakan siap karena cadangannya lebih dari cukup dan kemudian manajemen risikonya kami jalankan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, NPL BRI secara konsolidasi masih terkendali di level 3,26 persen hingga akhir Juni 2022. Meski demikian, perseroan telah menyiapkan pencadangan sebagai langkah antisipatif potensi pemburukan kredit. NPL Coverage BRI tercatat mencapai 266,26 persen pada kuartal II/2022, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 252,59 persen.

Sunarso juga menyebutkan upaya BRI dalam menjaga NPL dilakukan dengan selective growth. Strategi ini berfokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi kuat serta eksposur minimum terhadap gejolak ekonomi, seperti pertanian, industri bahan kimia, serta makanan dan minuman.

“Upaya lain yang dilakukan BRI untuk menjaga NPL yakni selektif dalam menentukan kelayakan nasabah restrukturisasi dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi bisnis nasabah, serta menerapkan soft landing strategy dengan menyiapkan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi terjadinya pemburukan kualitas kredit nasabah restrukturisasi,” tuturnya.

Sepanjang 2022, BBRI menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 9 – 11 persen. Target tersebut diyakini dapat tercapai berkat peningkatan laju pembiayaan di segmen mikro dan ultra mikro, serta hadirnya PT Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam holding.

Secara terpisah, Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo dalam risetnya mengatakan bahwa sinergi dengan PNM dan Pegadaian akan meningkatkan pendapatan BBRI pada tahun ini. Selain itu, perluasan pembiayaan mikro turut menjadi kunci profitabilitas perseroan.

“Pinjaman mikro adalah faktor kunci untuk pertumbuhan pendapatan bunga yang kuat. Sementara itu, segmen ultra mikro melalui anak perusahaan [PNM dan Pegadaian] juga akan mendorong pertumbuhan kredit, pendapatan bunga, dan margin bunga bersih,” ujarnya.

Dia juga menyatakan bahwa BBRI akan menjadi salah satu bank yang paling sedikit terkena dampak dari potensi kenaikan suku bunga karena fokusnya pada segmen mikro.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Phapros Bukukan Pertumbuhan Penjualan sebesar 21 persen pada Semester I/2022

Next Post

LinkAja Optimis Berkontribusi Bagi Kemajuan Perekonomian Nasional

Related Posts

33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

5 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

5 Maret 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Perluas Segmen Pasar Sektor Energi, PAL Indoensia Siap Garap Fasilitas Gas Mako

5 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
Berita

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

5 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan

5 Maret 2026
Next Post
LinkAja Dapat Suntikan Dana Segar Dari KAI, Jasa Marga dan Taspen

LinkAja Optimis Berkontribusi Bagi Kemajuan Perekonomian Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

BRI Memproyeksikan Pertumbuhan Kredit Konservatif Kisaran 7-9% pada 2026

3 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Ungkap Sumber Dana Garuda Indonesia Membeli 50 unit pesawat Boeing

4 hari ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

Penguat Industri Maritim Nasional Melalui Konsolidasi Galangan Kapal Dalam Negeri

7 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026, Berangkat 17 Maret

2 hari ago
33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Sinergi Len Incorporated Salurkan Ribuan Paket Sembako dalam Program “Ramadhan Berbagi 1447 H”

by redaksi
5 Maret 2026
0

Di tengah indahnya kebersamaan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Len Industri (Persero) selaku Holding DEFEND...

Read more
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

5 Maret 2026
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Rayakan Hari Jadi ke-45, PTBA Perkuat Komitmen Kelestarian Alam dan K3

5 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

Perluas Segmen Pasar Sektor Energi, PAL Indoensia Siap Garap Fasilitas Gas Mako

5 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan, Hadir Bersama Masyarakat di Momentum Kebersamaan

5 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In