• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 8 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Asuransi ASEI Mengungkap Empat Sektor Ekspor Unggulan Menopang Permintaan Asuransi Marine Cargo

by redaksi
8 Januari 2026
in Anak Perusahaan, Berita
0
Kerjasama Asuransi Asei dengan Kadin DI Yogyakarta Dorong Pengembangan Ekspor
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Nindya Karya Bawa Artikel Ilmiah ke Forum Internasional, Dorong Daya Saing Global

ITDC Tingkatkan Standar Keamanan Kawasan Wisata melalui Dukungan Sarana Patroli Perairan

Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

PT Asuransi Asei Indonesia membeberkan empat sektor ekspor unggulan yang kerap menopang permintaan asuransi pengangkutan atau marine cargo.

Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyebut sektor pertama adalah produk manufaktur dan industri pengolahan. Misalnya, mesin, peralatan listrik, produk kimia, dan barang setengah jadi.

“Yang kedua adalah komoditas berbasis sumber daya alam, seperti batu bara, mineral olahan, Crude Palm Oil [CPO] dan turunannya,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (6/1/2026).

Dia melanjutkan, yang ketiga adalah produk kehutanan dan furniture seperti kayu olahan, panel, dan furnitur, khususnya untuk pasar Asia dan Timur Tengah.

Sementara itu, yang keempat adalah produk perikanan dan agroindustry, dengan kebutuhan perlindungan tambahan terkait cold chain dan time-sensitive cargo.

Khusus di Asei Indonesia, Dody mengungkap porsi asuransi cargo masih belum berdampak signifikan dan saat ini dalam pengembangan. Namun, menurutnya potensi kegiatan pengangkutan ini akan tumbuh seiring dengan kegiatan ekspor.

“Kinerja asuransi cargo menunjukkan bahwa masih mendapat dukungan dari kontrak ekspor jangka menengah, diversifikasi tujuan ekspor, dan meningkatnya kesadaran eksportir terhadap mitigasi risiko logistik dan geopolitik,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia membeberkan empat tantangan yang dirasakan dalam memasarkan produk asuransi marine cargo. Pertama, tekanan tarif premi akibat persaingan pasar yang ketat. Kedua, volatilitas nilai barang (cargo value) akibat fluktuasi harga komoditas global.

Ketiga, lanjutnya, adanya peningkatan risiko logistik seperti disrupsi pelabuhan, geopolitik, perubahan rute pelayaran. Keempat, ada kecenderungan eksportir untuk menekan biaya asuransi di tengah pelemahan perdagangan global.

Untuk merespons tantangan tersebut, lanjutnya, Asei melakukan segmentasi risiko yang lebih tajam, khususnya berdasarkan rute, jenis kapal, dan komoditas. Kemudian, menguatkan underwriting dan pricing berbasis risk-adjusted return, sehingga bukan sekadar volume.

“Selanjutnya, mengembangkan produk marine cargo yang lebih fleksibel, termasuk open policy dan annual cover untuk eksportir besar dan kolaborasi dengan perbankan, lembaga pembiayaan ekspor, dan freight forwarder,” bebernya.

Selain itu, Dody juga menegaskan Asei Indonesia terus mengoptimalisasikan layanan klaim dan loss prevention sebagai nilai tambah bagi nasabah.

Oleh karena itu, Asei Indonesia memproyeksikan lini usaha marine cargo pada 2026 akan mengalami pertumbuhan moderat, tetapi berkelanjutan. Ini sejalan dengan proyeksi pemulihan perdagangan global dan stabilisasi harga komoditas.

“Produk asuransi ini akan tetap menjadi lini strategis dalam mendukung ekosistem ekspor nasional, terutama untuk eksportir menengah dan besar,” tutur Dody.

Untuk diketahui, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia sepanjang Oktober dan November 2025 mengalami pelemahan yang cukup tajam. Kontraksi yang terjadi di November 2025 semakin dalam yakni menjadi 6,6% (year on year/YoY), dibandingkan pada Oktober 2025 lalu yakni 2,31% (YoY).

Menanggapi hal itu, Dody tidak menampik bahwa hal tersebut dapat memberikan tekanan jangka pendek, tetapi belum berdampak signifikan secara struktural terhadap permintaan asuransi marine cargo.

“Beberapa pertimbangan utama adalah penurunan ekspor bersifat cyclical dan berbasis harga komoditas, bukan penurunan volume yang masif. Kemudian, banyak pengiriman ekspor masih berjalan berdasarkan kontrak forward dan long-term sales agreement,” ucapnya.

Tidak sampai di situ, menurutnya juga permintaan asuransi marine cargo cenderung lebih inelastic, karena merupakan bagian dari persyaratan pembiayaan, L/C, dan manajemen risiko eksportir.

“Dengan demikian, dampak kontraksi ekspor lebih terlihat pada perlambatan pertumbuhan, bukan penurunan premi secara absolut,” tegasnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Jasa Raharja Pastikan Santunan Korban Kecelakaan Disalurkan Cepat dan Tepat Sasaran Selama Nataru 2025–2026

Next Post

Danantara Mengumumkan Pengalihan Saham Seri B Telkom kepada BP BUMN

Related Posts

Nindya Karya Gelar Audit Standar Sistem Mutu, K3 dan Lingkungan
Berita

Nindya Karya Bawa Artikel Ilmiah ke Forum Internasional, Dorong Daya Saing Global

7 April 2026
ITDC Sedang Memproduksi Film “Akad”
Berita

ITDC Tingkatkan Standar Keamanan Kawasan Wisata melalui Dukungan Sarana Patroli Perairan

7 April 2026
Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi
Berita

Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

7 April 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Tancap Gas awal 2026, BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

7 April 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”
Berita

Optimalisasi Aset Perusahaan, PELNI Buka Peluang Kerja Sama bagi Pelaku Usaha

7 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Presiden Prabowo Pacu Transformasi BUMN, Restrukturisasi Harus Tuntas Tahun Ini

7 April 2026
Next Post
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Mengumumkan Pengalihan Saham Seri B Telkom kepada BP BUMN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Sinergi KAI, Kementerian PKP, dan Danantara Berlanjut ke Bandung: Kawasan Kiaracondong Bakal Disulap Jadi Hunian Vertikal TOD bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

1 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Kerja Sama Danantara Indonesia dengan Mandiri Investment, dan SMBC Aviation Capital Pembentukan Mandiri Aviation Leasing Fund senilai US$800 juta

5 hari ago
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

6 hari ago
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Bank Mandiri Mencatatkan Kelebihan Permintaan sebesar 3,3 kali pada Penerbitan Global Bond Rp12,75 triliun

4 hari ago
Nindya Karya Gelar Audit Standar Sistem Mutu, K3 dan Lingkungan
Berita

Nindya Karya Bawa Artikel Ilmiah ke Forum Internasional, Dorong Daya Saing Global

by redaksi
7 April 2026
0

Nindya Karya tampilkan artikel ilmiah dalam ajang The 10th International Conference on Civil Engineering (ICOCE 2026) yang diselenggarakan pada 28–30...

Read more
ITDC Sedang Memproduksi Film “Akad”

ITDC Tingkatkan Standar Keamanan Kawasan Wisata melalui Dukungan Sarana Patroli Perairan

7 April 2026
Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

7 April 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Tancap Gas awal 2026, BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

7 April 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Optimalisasi Aset Perusahaan, PELNI Buka Peluang Kerja Sama bagi Pelaku Usaha

7 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In