Tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, mahasiswa Indonesia juga dituntut untuk siap dalam menghadapi berbagai risiko yang terjadi di sistem masyarakat. Karena itu, Asuransi Jasindo bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan program GENCARKAN yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, mengatakan GENCARKAN merupakan program literasi asuransi dan manajemen risiko yang menjadi upaya perusahaan dalam membekali generasi muda dengan perspektif perlindungan dan perencanaan sejak dini.
“Bagi kami, literasi asuransi bukan sekadar agenda program, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun kesadaran risiko di tengah masyarakat,” ujar Brellian.
Melalui kolaborasi dengan kampus seperti Unpad, Brellian menjelaskan bahwa perusahaan ingin menghadirkan ruang belajar yang relevan dan aplikatif. Menurutnya, semangat tersebut lahir dari keyakinan bahwa edukasi yang konsisten akan membentuk cara pandang yang lebih matang dalam perlunya bersiap diri untuk menghadapi ketidakpastian, baik dalam pekerjaan maupun urusan pribadi.
Program GENCARKAN yang diadakan Asuransi Jasindo dihadiri oleh para mahasiswa dari Fakultas Peternakan Unpad. Agar lebih aplikatif, dalam literasi ini perusahaan pun mengaitkan materi literasi dengan risiko yang dihadapi di sektor peternakan, seperti risiko kesehatan ternak, hingga dampak cuaca dan penyakit yang dapat memengaruhi produktivitas. Melalui pemahaman manajemen risiko, mahasiswa diharapkan mampu melihat pentingnya perlindungan dan perencanaan sebagai bagian dari praktik usaha peternakan yang berkelanjutan.
Peserta juga diajak untuk melihat secara langsung bagaimana konsep manajemen risiko diterapkan dalam praktik usaha peternakan sapi. Dalam program ini, Asuransi Jasindo menyoroti risiko yang kerap dihadapi seperti kematian ternak akibat penyakit atau kecelakaan, serta kehilangan ternak, yang dapat berdampak signifikan pada keberlangsungan usaha. Selain memberikan literasi, Asuransi Jasindo juga memaparkan bagaimana solusi proteksi yang tepat atas risiko tersebut.
“Melalui contoh skema Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), kami memperkenalkan kepada mahasiswa bagaimana perlindungan dirancang untuk menyesuaikan dengan karakteristik usaha peternakan, sehingga risiko dapat dikelola secara lebih terencana dan usaha peternakan dapat dapat berjalan lebih sustain,” ungkap Brellian.
Kolaborasi lintas sektor seperti regulator, institusi pendidikan, serta para pemangku kepentingan lainnya, diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat peran masing-masing pihak dalam menciptakan ekosistem sadar risiko.
“Dengan keterlibatan yang aktif, Asuransi Jasindo berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak, sebagai bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih tangguh,” tutup Brellian.














