Bank Mandiri juga tercatat menyalurkan pembiayaan untuk sektor kendaraan berbahan bakar hijau, dengan nilai Rp10,3 triliun. Selanjutnya sektor pengelolaan air berkelanjutan memperoleh pembiayaan Rp5,8 triliun dan bangunan hijau Rp6,5 triliun.
Secara total, Bank Mandiri menyalurkan kredit berkelanjutan dengan nilai total Rp316 triliun pada 2025. Angka ini naik 8% YoY dari Rp293 triliun pada tahun selanjutnya, dengan kontribusi portofolio pembiayaan sosial sebesar Rp150 triliun.
Pertumbuhan portofolio hijau Bank Mandiri sejalan dengan kinerja penyaluran kreditnya secara umum pada tahun lalu. Per Desember 2025, kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.894 triliun atau tumbuh 13,4% secara tahunan.
Dalam paparan kinerja keuangan kuartal IV/2025 pada Kamis (5/2/2026) disebutkan pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong peningkatan total aset perseroan. Hingga Desember 2025, aset Bank Mandiri tercatat sebesar Rp2.829.948 miliar, naik 16,6% dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar Rp2.427.223 miliar.
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2.105.764 miliar pada Desember 2025, tumbuh 23,9% secara tahunan.
Namun demikian, rasio dana murah atau CASA ratio bank only tercatat sebesar 70,8%, turun dibandingkan 80,3% pada Desember 2024, seiring dengan dinamika struktur pendanaan dan kondisi pasar.
Kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga di tengah ekspansi kredit. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di level 0,96% pada Desember 2025, membaik dibandingkan 0,97% pada Desember 2024.
Sementara itu, NPL Coverage Ratio bank only tercatat sebesar 253%, mencerminkan tingkat pencadangan yang masih memadai untuk mengantisipasi potensi risiko kredit.
Dari sisi profitabilitas, net interest margin (NIM) bank only BMRI berada pada level 4,89% pada Desember 2025, relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya meski lebih rendah dibandingkan posisi Desember 2024.
Efisiensi operasional menunjukkan perbaikan, tercermin dari rasio BOPO bank only yang turun menjadi 60,3% dari 63,5% pada September 2025. Namun meningkat dari Desember 2024 di angka 56,5%.
Tingkat pengembalian kepada pemegang saham atau Return on Equity (ROE) BMRI tercatat sebesar 23,2%, meningkat dibandingkan 21,2% pada September 2025, sementara pada Desember 2024 sebesar 24,2%. Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 20,4%.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















