PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik senilai Rp56,3 triliun secara konsolidasi pada 2025. Angka ini naik 0,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp55,78 triliun.
Pada periode yang sama, BMRI membukukan kredit senilai Rp1.895 triliun atau naik 13,4% YoY. Pada sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat senilai Rp2.106 triliun atau naik 23,9% YoY dengan pertumbuhan dana murah sebesar 12,6% YoY senilai Rp1.431 triliun.
Realisasi kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis. Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88% YoY sepanjang 2025, di saat pertumbuhan secara industri melambat.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Pendapatan bunga bersih Bank Mandiri tercatat senilai Rp106 triliun atau naik 4,38% YoY dengan pendapatan non-bunga senilai Rp48,5 triliun atau naik 14,5% YoY.
Dari sisi rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat sebesar 0,96% secara bank only dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 20,4%. Aset perseroan ikut tumbuh sebesar 16,6% YoY dari Rp2.427,22 triliun menjadi Rp2.829,95 triliun.
Angka margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tercatat sebesar 4,89%. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi akhir 2024 yang sebesar 5,15%.
“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” ujar Riduan.
Proyeksi Analis
Sebelumnya, berdasarkan konsensus analis Bloomberg, laba bersih Bank Mandiri pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp51,3 triliun. Dengan demikian, realisasi laba BMRI berada di atas konsensus analis.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit pada 2025 diperkirakan meningkat menjadi Rp1.803,6 triliun, dibandingkan Rp1.670,5 triliun pada 2024, atau tumbuh sekitar 7,97% YoY.
Sejalan dengan ekspansi kredit, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) pada 2025 diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp107,40 triliun, dari Rp101,76 triliun pada 2024.
Analis memproyeksikan net interest margin (NIM) Bank Mandiri turun dari 5,15% pada 2024 menjadi sekitar 4,87% pada 2025. Dari sisi pendapatan, net revenue Bank Mandiri pada 2025 diperkirakan mencapai Rp154,50 triliun, relatif meningkat dibandingkan Rp146,60 triliun pada 2024.
Sementara itu, rasio efisiensi (cost to income ratio/CIR) diproyeksikan naik ke level 45,3% pada 2025, dibandingkan 40,0% pada 2024.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














