• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 7 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Bank Raya Fokus Layani Pekerja Informal

by redaksi
30 Agustus 2022
in Anak Perusahaan, Berita
0
Sesuai Ketentuan OJK, Bank Raya Telah Miliki Modal Inti Rp2,2 Triliun
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) fokus melayani pekerja informal yang saat ini jumlahnya mencapai puluhan juta. Bank Raya menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan hidup mereka, bukan gaya hidup.

CEO Bank Raya Kaspar Situmorang mengatakan kehadiran bank raya adalah untuk pekerja informal atau pekerja tanpa slip gaji dalam memperoleh layanan keuangan.

RelatedPosts

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

Pekerja informal yang tidak memiliki slip gaji tersebut, selama ini kesulitan dalam mengakses layanan keuangan, seperti mengajukan kredit kendaraan bermotor, kredit multiguna dan lain sebagainya. Bank Raya fokus dalam membantu memenuhi para pekerja tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup (life needs).

“Kami tidak fokus pada lifestyle milenial, karena sudah bank yang ke sana. Karena kalau kami bisa bantu lifeneeds-nya dengan membuatkan slip gaji, insya allah semuanya bisa tumbuh,” kata Kaspar dalam acara Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) di Bandung, Selasa (30/8).

Berdasarkan riset yang dilakukan perseroan, kata Kaspar, jumlah pekerja informal di Indonesia mencapai 77,9 juta pekerja atau 59,5 persen dari total pekerja. Sementara itu, porsi pekerja informal di setiap provinsi rata-rata mencapai sekitar 50 persen – 56 persen.

Bank Raya melihat pekerja informasi di setiap provinsi tersebut belum terlayani kebutuhan keuangannya dengan baik saat ini.

“Karena biasanya grup keuangan yang besar fokus pada fix income, akhirnya termarjinalkan yang tidak punya slip gaji padahal semua orang melalui tahapan pekerja informal sebelum bekerja,” kata Kaspar.

Dia menuturkan permasalahan kelompok informal belum mendapat layanan keuangan, utamanya adalah belum adanya pengelolaan payroll management system atau slip gaji. Akhirnya, ketika mereka mengajukan kredit, atau pinjaman sudah pasti akan ditolak.

Untuk membantu mereka dalam mendapat layanan keuangan, Bank Raya hadir dengan mengamplifikasi proses pengajuan pinjaman, simpanan dan lain sebagainya. Solusi yang diberikan Bank Raya berdasarkan pada kerangka kerja, sehingga dengan membantu pekerja informal, Bank Raya juga dapat terakselerasi dengan cepat dan berkelanjutan.

“Top line trafik tidak cukup, tetapi kita juga butuh magic moment atau customer experience, dan produk yang menyelesaikan masalah,” kata Kaspar.

Bank Raya saat ini memiliki dua produk yaitu Raya Digital Saving dan Paylater Pinang. Dari sisi magic moment, Raya Digital Saving menawarkan pembukaan rekening dengan cepat dan fitur pengaturan uang di saku. Sementara itu Pinang menawarkan distribusi uang hanya dalam waktu sangat singkat hitungan menit.

Kemudian dari sisi nilai inti, Raya Digital Saving menawarkan bebas biaya bulanan dan bebas transaksi ke sesama bank melalui aplikasi. Saku Jaga yang terdapat di aplikasi Bank Raya juga akan membantu nasabah dalam mengatur keuangan mereka.

“Utamanya yang kami pelajari dari pekerja informal ini adalah karena sumber pendapatan naik turun, maka benefitnya adalah bebas biaya transfer, dan tidak ada admin fee. Tinggal buka aplikasinya download dan dapat buat rekening dalam waktu 2 – 5 menit,” kata Kaspar.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Kolaborasi Sang Hyang Seri dan Universitas Gadjah Mada Jalankan Kerjasama Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Next Post

OJK Catat Puluhan Dana Pensiun Pemberi Kerja Defisit

Related Posts

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

7 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.
Berita

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Anak Perusahaan

BRI Manajemen Investasi Targetk AUM Sebesar Rp500 miliar pada Tahun Pertama Peluncuran ETF Berbasis Emas

7 Maret 2026
Next Post
Terkait Pembayaran Klaim, OJK Tunggu Kepastian Kementerian BUMN

OJK Catat Puluhan Dana Pensiun Pemberi Kerja Defisit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Dukung Kelancaran Operasional Bisnis, Pengelolaan DHE SDA Kini Bisa Dipantau Real-Time Lewat Kopra by Mandiri

3 hari ago
Askrindo Cover Asuransi Kecelakaan Diri  pada Gelaran JogjaROCKarta 2020

Kolaborasi Askrindo dan HIPMI Tarakan Terkait Pemanfaatan Layanan Asuransi Bagi Pengusaha Muda

3 hari ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Saham BUMN di bawah Naungan Danantara Dinilai Memiliki Daya Tarik Investasi Jangka Panjang

6 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

by redaksi
7 Maret 2026
0

Sovereign Wealth Fund (SWF) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia memastikan telah berada di pasar modal Tanah Air meski tidak muncul di...

Read more
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In