Pasar saham Indonesia menunjukkan momentum positif menjelang akhir 2025, didorong oleh aksi window dressing dan pemangkasan suku bunga global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis dengan membentuk new high di 8.776 pada perdagangan Rabu (11/12/2025), mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan IHSG ini didukung peningkatan foreign inflow, seiring pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025.
Di tengah penguatan saham-saham blue chip dan konglomerasi, saham bank digital mulai menjadi fokus investor dengan peningkatan kinerja terkini.
Saham bank digital semakin bervariasi seiring rencana IPO dari Superbank. Prospek bank digital secara keseluruhan tetap menjanjikan, didukung digitalisasi UMKM dan penurunan suku bunga, meski valuasi beberapa emiten sudah mendekati puncak.
Seiring dengan adanya momentum positif bank digital, PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) tercatat memiliki valuasi yang masih menarik. Berdasarkan data per 28 November 2025, saham AGRO diperdagangkan pada PBV 1,60 kali, atau masih di bawah rata-rata industri bank digital yang sebesar 3,2 kali.
Sebagai perbandingan, PT Bank Jago Tbk. (ARTO) diperdagangkan pada PBV 4,30 kali dengan market cap Rp28,10 triliun, sementara PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) berada di PBV 4,10 kali dengan kapitalisasi pasar Rp13,80 triliun. PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) diperdagangkan pada PBV 1,40 kali dengan market cap Rp5,80 triliun.
Bank Raya sebagai digital attacker dari BRI Group, memanfaatkan strategi online-to-offline (O2O) yang mengintegrasikan aplikasi digital dengan jaringan fisik BRI yang ekstensif. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada akuisisi nasabah berbiaya tinggi, sekaligus memanfaatkan infrastruktur induk untuk ekspansi secara efisien.
Strategi ekosistem ini bukan hanya sekedarsekadar konsep, melainkan tercermin dalam hasil laporan keuangan. Kinerja Kuartal III/2025 mengonfirmasi kemajuan bisnis AGRO yang stabil dengan laba bersih naik 23,9% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp41,97 miliar.
Penyaluran kredit digital tumbuh 50,1% yoy, didorong Pinang Dana Talangan, sebuah solusi pinjaman jangka pendek untuk Agen BRILink dan agen keuangan lainnya yang mencapai Rp17,56 triliun atau naik 47,9% yoy. Simpanan digital meningkat 61,4% yoy ke Rp1,75 triliun, menunjukkan kepercayaan nasabah yang solid.
Faktor pendukung AGRO juga datang dari sentimen makroekonomi yang kondusif. Penurunan suku bunga The Fed berpotensi menekan biaya dana perbankan dan mendukung minat investor pada saham sektor keuangan dan growth stock.
Kombinasi antara valuasi murah dengan PBV 1,6 kali, pertumbuhan laba yang konsisten, serta dukungan ekosistem BRI yang terintegrasi, menempatkan Bank Raya pada posisi yang relatif menguntungkan. Dengan inflow asing yang mulai mengarah ke emerging market, saham AGRO dapat menjadi sorotan investor menjelang akhir tahun.
Adapun, saham AGRO ditutup menguat 0,88% ke level Rp230 per saham pada perdagangan Jumat (12/12/2025) dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp5,69 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














