• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 13 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Bank Syariah Indonesia Siapkan Strategi Garap Pasar Kredit Kendaraan Listrik

by redaksi
19 November 2022
in Berita
0
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menyiapkan strategi guna meraup potensi pasar kredit kendaraan listrik yang diperkirakan terus mengalami peningkatan.

SEVP Consumer Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk Wawan Setiawan mengatakan bahwa saat ini portofolio BSI di sektor otomotif nilainya masih rendah, yakni Rp2,32 triliun per September 2022. Meski begitu, angkanya bertumbuh pesat 18,07 persen secara tahunan (year on year/yoy).

RelatedPosts

BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota, Salurkan 80 Ribu Paket Pangan dan Santunan

Kontribusi Signifikan dari Anak Usaha BRI pada Laba Rp57,13 triliun pada 2025

Dari Kampus ke Dunia Kerja Program Ikatan Kerja ULBI Siapkan Talenta Logistik untuk Pos Indonesia

Menurutnya, ke depan BSI akan gencar menyasar pasar otomotif, terutama di industri kendaraan listrik. “Kita akan eksplorasi ke pembiayaan consumer. Salah satunya kendaraan listrik,” ungkap Wawan dalam webinar pada Kamis (17/11/2022).

Ia mengatakan kendaraan listrik mempunyai potensi pasar yang besar ke depannya. “Ke depan bisa meningkat pesat. Apalagi target net zero emission pemerintah akan menjadikan kendaraan listrik sebagai kendaraan mainstream,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan data Bloomberg, pangsa pasar kendaraan listrik di dunia hanya mencapai 3 persen saat ini. Namun, pada 2025 bisa mencapai 10 persen. Lalu, pada 2030 mencapai 26 persen. Kemudian, pada 2060 mencapai 60 persen.

Sementara, berdasarkan proyeksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 2030 jumlah mobil listrik akan mencapai 2 juta unit. Kemudian, motor listrik mencapai 13 juta unit.

Untuk itu, perseroan menyiapkan sejumlah strategi dalam menyasar pasar kendaraan listrik tersebut. “Kami akan memanfaatkan nasabah di induk-induk kami yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI),” ungkap Wawan.

Perseroan juga melakukan penetrasi ke konsumer di segmen aparatur sipil negara (ASN) hingga badan usaha milik negara (BUMN) . BSI juga menggelar BSI OTO Show untuk menggalakan pembiayaan otomotif secara syariah.

Selain itu, BSI memberikan penawaran yang cocok kepada masyarakat. “Kami juga menawarkan margin yang kompetitif ke pasar,” ujarnya.

Meski begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa ada sejumlah tantangan yang dihadapi perbankan dalam menyalurkan kredit kendaraan listrik di Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan tantangan itu dihadapi perbankan dalam menyalurkan kredit, baik dari sisi suplai maupun permintaan.

“Dari sisi suplai, bank masih perlu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam menganalisa risiko kredit,” ujarnya dalam webinar pada Kamis (17/11/2022).

Kemudian, bank belum punya regulasi internal penyaluran kredit kepada industri kendaraan listrik. “Bank juga masih fokus pada industri eksisting yang potensial,” ujarnya.

Sementara, dari sisi demand, industri kendaraan listrik masih terbatas dan lokasinya pada wilayah tertentu saja. “Kemudian, bank belum menemukan mitra yang tepat, dan masih kurangnya informasi tentang kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Dian.

Untuk itu, menurutnya perlu dukungan setiap stakeholder dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik. Dorongan pembiayaan juga bisa dilakukan baik melalui insentif fiskal maupun non-fiskal.

OJK sendiri telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mendorong pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu kebijakan OJK adalah relaksasi aset tertimbang menurut risiko (ATMR) kredit kendaraan listrik yang kemudian diperpanjang sampai 31 Desember 2023.

Melalui kebijakan itu, bobot risiko kredit menjadi 50 persen bagi produsen dan konsumsi kendaraan listrik dari sebelumnya 75 persen.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

TIMAH Budidayakan Ikan dan Udang Vaname dengan Konsep KJA di Pulau Sukun Belitung Timur

Next Post

IBC Incar Pendanaan Green Fund senilai US$2 miliar

Related Posts

Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota, Salurkan 80 Ribu Paket Pangan dan Santunan

13 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Anak Perusahaan

Kontribusi Signifikan dari Anak Usaha BRI pada Laba Rp57,13 triliun pada 2025

13 Maret 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Dari Kampus ke Dunia Kerja Program Ikatan Kerja ULBI Siapkan Talenta Logistik untuk Pos Indonesia

13 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Dukung Konektivitas Laut Timor Leste, PAL Indonesia Tuntaskan Perbaikan MV Berlin Ramelau

13 Maret 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah

13 Maret 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Memutuskan Menebar Dividen senilai Rp13,02 Triliun atau 65% dari Laba 2025

13 Maret 2026
Next Post
Strategi IBC Penuhi Permintaan Kendaraan Listrik Tumbuh 4 Kali Lipat pada 2025

IBC Incar Pendanaan Green Fund senilai US$2 miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Berbagi Kebaikan dengan Masyarakat di Jawa Timur, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Program Khitanan

3 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Menugaskan BUMN Karya Mengeksekusi Proyek Rusun Subsidi 140.000 Unit di Meikarta

4 hari ago
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BTN Perkuat Layanan Wealth Management

4 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Siagakan Energi Bersih 24 Jam, Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026

4 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota, Salurkan 80 Ribu Paket Pangan dan Santunan

by redaksi
13 Maret 2026
0

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menggelar program Safari Ramadan 2026 di lebih dari 10 kota di Indonesia...

Read more
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Kontribusi Signifikan dari Anak Usaha BRI pada Laba Rp57,13 triliun pada 2025

13 Maret 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

Dari Kampus ke Dunia Kerja Program Ikatan Kerja ULBI Siapkan Talenta Logistik untuk Pos Indonesia

13 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

Dukung Konektivitas Laut Timor Leste, PAL Indonesia Tuntaskan Perbaikan MV Berlin Ramelau

13 Maret 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah

13 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In