Sejatinya jiwa kepemimpinan dimiliki oleh semua orang. Yang membedakan adalah bagaimana kemauan seseorang untuk memaksimalkan dan menggunanakan jiwa kepentingan tersebut untuk kebermanfaatan orang banyak.
Melalui sebuah buku dengan judul “Nationalism Leadership: Transforming Culture, Energizing Future” seorang Chiefy Adi Kusmargono menjelaskan bagaimana seorang pemimpin selain bisa mewarnai lingkungan sekitar namun juga bisa membawa instansi atau organisasinya bisa berkontribusi nyata bagi Bangsa Indonesia.
Berbekal dari pengalamannya berkecimpung dalam organisasi dan perusahaan, sosok Chiefy sapaan akrabnya telah mampu menarasikan bagaimana faktor “Hati” pada seorang pemimpin mampu memberikan dampak yang besar bagi bangsa dan negara.
Pada hari ini Selasa, 08 September 2021 buku karangan Direktur Utama PT PMLI tersebut dibedah secara khusus melalui media daring. Pertemuan daring dengan tajuk “Diskusi serta Bedah Buku tentang Kepemimpinan, Transformasi Budaya dan Manajemen Perubahan” selain menghadir sang penulis juga menghadirkan narasumber yang luar biasa.
Pertemuan daring tersebut menghadirkan tokoh-tokoh penting diantaranya Dr. Ir. Djoko Sasono M.Sc Sekjen Kemenhub RI, Pasoroan Herman Harianja Presiden INAMPA, Dr. Raja Oloan Saut Gurning Akademisi ITS sebagai Pembahas 1 dan Siswanton Rusdi Direktur Namarin sebagai Pembahas 2.
Secara umum para pembahas berpandangan bahwa buku yang ditulis berdasarkan pengalaman ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin haruslah mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk kebermanfaatan bagi semesta alam. Selain itu faktor budaya perusahaan menjadi panduan dalam mengemban amanah yang diberikan sebagai wujud rasa syukur dan bakti bagi bangsa dan negara.














