• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 14 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Berharap Restrukturisasi Utang Lancar, Kinerja Garuda Indonesia Baru Bisa Pulih di 2023

by redaksi
14 November 2021
in Berita
0
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute
0
SHARES
76
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih berjibaku dalam upaya restrukturisasi utang dan penyehatan perusahaan. Sekalipun restrukturisasi menemui titik terang, namun pemulihan kinerja operasional dan bisnis Garuda tak bisa instan.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmojo membeberkan, kondisi keuangan maskapai penerbangan GIAA secara teknikal dalam kondisi bangkrut (technically bankrupt).

RelatedPosts

Jelang Dioperasikan Secara Fungsional, Hutama Karya dan Gubernur Sumatra Selatan Cek Kesiapan Tol Palembang-Betung

BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional

BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota, Salurkan 80 Ribu Paket Pangan dan Santunan

Pasalnya, ekuitas GIAA saat ini negatif hingga US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp 40 triliun, dengan tambahan negatif ekuitas setiap bulannya mencapai US$ 100 juta – US$ 150 juta atau RP 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun.

“Kalau dalam kondisi seperti ini, istilah perbankan sebenarnya technically bankrupt, tapi legaly (secara hukum) belum. Ini yang sekarang kita berusaha bagaimana bisa keluar dari situasi ini,” kata Tiko, sapaan akrab Kartika dalam Rapat Kerja Menteri BUMN dengan Komisi VI, Selasa (9/11).

Nasib Garuda pun ditentukan oleh persetujuan skema restrukturisasi oleh kreditur. Tiko menekankan, restrukturisasi Garuda juga akan sangat bergantung kepada persetujuan lessor, lantaran sekitar 65% nilai utang Garuda ada di Lessor.

Kata dia, selama ini Garuda membukukan penambahan utang yang signifikan setiap bulannya karena pendapatan (revenue) Garuda yang masih landai, dibandingkan dengan kenaikan biaya (cost) yang dikeluarkan.

“Kami mencoba mencari rumusan bagaimana bisa keluar dari permasalahan ini. Yang paling utama adalah transformasi bisnis. Karena kami memahami Garuda di masa lalu banyak inefisiensi, baik dari sisi rute, operasional, dan sebagainya,” sambung Tiko.

Setidaknya ada lima elemen utama dalam business plan Garuda yang baru. Pertama, mengoptimalkan route network dengan hanya mengoperasikan rute-rute penerbangan yang profitable.

Fokus awal adalah rute-rute penerbangan domestik dan rute-rute penerbangan internasional tertentu dengan tujuan volume kargo.

Kedua, menurunkan jumlah pesawat Garuda dan Citilink dari 202 pesawat di 2019 menjadi 134 di 2022 dan 188 di 2026 agar selaras dengan route network yang telah dioptimalkan, dan menurunkan tipe pesawat dari 13 jenis menjadi hanya 7 jenis untuk mensimplifikasi operasional pesawat.

Ketiga, melakukan negosiasi ulang kontrak sewa pesawat-pesawat yang akan digunakan oleh Perseroan ke depannya dengan tujuan untuk menyesuaikan biaya sewa pesawat dengan market rates saat ini.

Keempat, meningkatkan kontribusi pendapatan kargo melalui peningkatan utilisasi belly capacity dan digitalisasi operasional.

Kelima, meningkatkan kontribusi pendapatan ancillary melalui product unbundling, ekspansi produk yang ditawarkan, dan penerapan dynamic pricing strategy.

Dengan asumsi skema restrukturisasi diterima dan rencana bisnis Garuda berjalan, maskapai plat merah ini ditaksir baru bisa kembali mencapai kinerja operasional yang positif pada Q3-2022.

Sebagai gambaran, total operating cost Garuda berada di level US$ 164 juta di Oktober 2021. Namun, total operating revenue Garuda hanya berkisar di angka US$ 68 juta. Selisih antara total revenue dan cost Garuda ditaksir masih sangat lebar, dan baru mendekati titik keseimbangan pada April 2022.

Memasuki Q3-2022, diproyeksikan total operating revenue Garuda bisa mencapai US$ 112 juta, sudah lebih tinggi ketimbang total operating cost sekitar US$ 107 juta di Juli 2022.

“Yang penting sekali mencapai kesepakatan dengan kreditur untuk pengurangan utang dan bunga untuk menekan cost bunga dan leasing secara signifikan, dan in line dengan kenaikan revenue. Asumsinya tidak ada PPKM ketat dan gelombang covid-19,” sebut Tiko.

Dia menambahkan, revenue Garuda diharapkan bisa pulih pada akhir tahun 2022 dengan raihan pendapatan di level US$ 120 juta. Lalu beranjak naik ke level normal US$ 200 juta per bulan sebagaimana revenue pada awal 2020 sebelum pandemi.

“Tapi yang kita harapkan dalam proses negosiasi akan memotong cost struktur Garuda, setengah dari cost struktur saat ini, menjadi sekitar US$ 100 juta, sehingga Garuda muncul sebagai airline yang positif lagi di tahun 2023,” sebut Tiko.

Skema Restrukturisasi

Dalam forum yang sama, Tiko menyebut bahwa Garuda sudah menyiapkan proposal restrukturisasi untuk melakukan renegosiasi dengan para lessor guna mengurangi utang. Targetnya, Garuda akan menekan utangnya menjadi US$ 3,69 miliar.

Pertama, Garuda akan mengurangi jumlah pesawat dari 202 armada pada 2019 menjadi 134 pada 2022. Pengurangan jumlah armada ini sejalan dengan pemangkasan rute serta tipe pesawat.

Garuda akan berfokus menerbangi rute potensial dalam negeri. Sedangkan dari sisi jenis pesawat, Garuda akan bakal memangkas armadanya dari total 13 jenis menjadi hanya tujuh jenis.

Kedua, Garuda akan melakukan negosiasi utang atas kontrak sewa pesawat yang masih akan dipakai perseroan pada masa mendatang.

Melalui renegosiasi Tiko berharap biaya sewa pesawat Garuda dan anak usahanya, Citilink, turun 40%-50 persen dari tarif saat ini.

Ketiga, Garuda akan menempuh pembatalan nilai utang dan tunggakan secara material. Pengurangan utang akan dilakukan untuk tipe-tipe kreditur tertentu.

Untuk kreditur BUMN, seperti Airnav, Gapura, dan bank-bank himbara, Garuda akan menerbitkan zero coupon bond. ZCB merupakan instrumen surat utang tanpa bunga hingga jatuh tempo.

Selanjutnya untuk tunggakan terhadap Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, lessor, vendor, sukuk, bank swasta, hingga pembelian pesawat yang ditangguhkan, Garuda akan menerbitkan new coupon debt.

Dihubungi terpisah, Peneliti Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia Toto Pranoto mengungkapkan bahwa berbagai skema restrukturisasi Garuda itu akan sulit berjalan tanpa adanya dukungan dari pemerintah.

Menurut Toto, Garuda membutuhkan cash flow untuk menyangga operasinya, terutama saat masuk masa peak season dengan pulihnya demand penerbangan serta musim angkutan haji/umrah.

“Jadi rencana pinjaman modal kerja dalam kerangka PEN supaya bisa direalisasi. Adanya dukungan pemerintah ini bisa jadi angin segar yang bisa meyakinkan kreditur/lessor sehingga proses renegosiasi dgn mrk bisa berjalan lebih mulus,” kata Toto saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (9/11).

Dari sisi strategi bisnis dan operasional, efisiensi rute penerbangan menjadi langkah yang mesti dikerjakan. Dalam hal ini, Garuda juga bisa lebih fokus menggarap potensi pasar regional dan domestik.

“Pemangkasan rute long distance ke Eropa, misalnya dan lebih fokus di pasar regional dan domestik akan membantu Garuda meningkatkan revenue dan angka bottom line yang lebih signifikan,” pungkas Toto.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Mitra Kurir Oranger Mawar, Ciptakan Kemandirian Wanita Indonesia

Next Post

ANTAM Catatkan Laba Capai Rp1,7 Triliun per Kuartal III 2021

Related Posts

Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Jelang Dioperasikan Secara Fungsional, Hutama Karya dan Gubernur Sumatra Selatan Cek Kesiapan Tol Palembang-Betung

13 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional

13 Maret 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota, Salurkan 80 Ribu Paket Pangan dan Santunan

13 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Anak Perusahaan

Kontribusi Signifikan dari Anak Usaha BRI pada Laba Rp57,13 triliun pada 2025

13 Maret 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Dari Kampus ke Dunia Kerja Program Ikatan Kerja ULBI Siapkan Talenta Logistik untuk Pos Indonesia

13 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Dukung Konektivitas Laut Timor Leste, PAL Indonesia Tuntaskan Perbaikan MV Berlin Ramelau

13 Maret 2026
Next Post
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung

ANTAM Catatkan Laba Capai Rp1,7 Triliun per Kuartal III 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Pemkot Surabaya Gandeng Danantara akan Bangun PSEL Kedua Berkapasitas 1.000 Ton

3 hari ago
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

PELNI Memastikan Kesiapan Melayani Angkutan Periode Lebaran 2026

7 hari ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 hari ago
Pusri Kembali Laksanakan PMMB Batch I Tahun 2020

Berkah Ramadhan, PUSRI Bagikan 28.000 Paket Bahan Pangan Gratis untuk Warga Lingkungan

4 hari ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Jelang Dioperasikan Secara Fungsional, Hutama Karya dan Gubernur Sumatra Selatan Cek Kesiapan Tol Palembang-Betung

by redaksi
13 Maret 2026
0

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meninjau langsung kesiapan operasional fungsional Ruas Tol Palembang–Betung...

Read more
Pusri Kembali Laksanakan PMMB Batch I Tahun 2020

Sampel Produk Jasmine Aren Tembus Hongkong, PUSRI Dukung UMK Sumsel Go Global

13 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional

13 Maret 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota, Salurkan 80 Ribu Paket Pangan dan Santunan

13 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Kontribusi Signifikan dari Anak Usaha BRI pada Laba Rp57,13 triliun pada 2025

13 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In