Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung.
Jokowi bilang saat ini progres pembangunan telah mencapai 79,9%. Berdasarkan capaian tersebut, diharapkan pada akhir tahun 2022 ini akan dapat dilakukan uji coba KCIC.
Bekas Gubernur DKI Jakarta itu bilang ada sejumlah titik yang perlu dikerjakan secara hati-hati. Antara lain adalah pembangunan terowongan 2 KCIC yang ditinjau Jokowi.
Masalah teknis lapangan tersebut yang membuat proyek KCIC mengalami perlambatan. Namun, Jokowi berharap KCIC dapat segera beroperasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
“Harapan kita dengan selesainya kereta cepat Jakarta Bandung ini akan mengurangi kemacetan baik yang ada di Jakarta maupun yang ada di Bandung, juga mempercepat mobilitas orang dan juga barang dan kita harapkan ini menjadi sebuah daya saing yang baik bagi negara kita,” ungkapnya.
Sebagai informasi, awalnya, proyek PSN Kereta Cepat Jakarta – Bandung diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Us$ 6,07 miliar dengan rincian biaya Engineering, Procurement, and Construction (EPC) sekitar US$ 4,8 miliar dan US$ 1,3 miliar untuk biaya non-EPC.
Berdasarkan kajian yang melibatkan konsultan PSBI, biaya proyek itu kembali naik lantaran adanya perubahan biaya dan harga, serta adanya penundaan pembebasan lahan.
Pemerintah pun telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pimpin percepatan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Hal itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) 93 Tahun 2021 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.
Sumber Kontan, edit koranbumn














